Wali Kota sebut angka stunting di Banda Aceh turun menjadi 7,4 persen

Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq menyatakan bahwa angka stunting di ibu kota provinsi Aceh itu telah sukses diturunkan dalam hitungan tiga bulan terakhir menjadi 7,4 persen.

"Dalam tiga bulan terakhir ini Banda Aceh telah sukses menurunkan angka stunting dan mencatatkan pencapaian terbaik se-Aceh," kata Bakri Siddiq, di Banda Aceh, Selasa, saat membuka secara resmi puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 tingkat Kota Banda Aceh.

Pada acara yang bertajuk "Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku", Bakri menyampaikan, pada Agustus lalu angka stunting di Banda Aceh lebih kurang sekitar 18,2 persen, kemudian berhasil kini turun menjadi 7,4 persen saja. Sedangkan untuk jumlah balita di Banda Aceh saat ini lebih kurang sekitar 7.828 orang.

"Desember 2022 nanti kita targetkan bisa turun lagi hingga menjadi lima persen (penurunan angka stunting)," ujarnya.

Baca juga: USK tekan angka stunting di Sabang melalui pengabdian masyarakat

Baca juga: Dinkes: 411 anak di Kota Sabang-Aceh masih alami stunting

Bakri menuturkan, meski angka stunting turun, tetapi untuk capaian imunisasi lengkap di Banda Aceh sejauh ini masih terbilang rendah yaitu 36 persen, dan berada di posisi keenam di provinsi Aceh.

"Untuk itu, saya mengajak seluruh jajaran dan stakeholder terkait untuk bergerak cepat meningkatkan cakupan imunisasi lengkap demi generasi masa depan yang lebih sehat," katanya.

Dalam kesempatan ini, Bakri berharap Banda Aceh bisa menjadi rujukan provinsi Aceh dalam segala bidang, termasuk kesehatan, karena itu harus dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

Apalagi, saat ini Banda Aceh menjadi salah satu daerah dengan indeks harapan hidup tertinggi di Aceh dengan angka 71,4 persen, bahkan melebihi provinsi yang hanya 69 persen.

Meski demikian, angka tersebut masih sedikit lebih rendah atau berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai 73,5 persen.

"Mari sama-sama kita kejar selisih dua digit ini, dengan menggalakkan pola makan dan hidup sehat. Angka harapan hidup penting karena mencerminkan keberhasilan pembangunan sektor kesehatan kota kita," demikian Bakri Siddiq.

Baca juga: Pemerintah Aceh luncurkan GISA percepat penanganan stunting,
Baca juga: Baitul Mal siapkan dana Rp600 juta untuk tanggulangi stunting di Aceh

Baca juga: Dharma Pertiwi TNI kunjungi Aceh perkuat sosialisasi keluarga stunting