Wali Kota Semarang Hadirkan Saksi Meringankan

TEMPO.CO, Jakarta -Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, akan kembali menggelar persidangan Wali Kota Semarang nonaktif Soemarmo Hadi Saputro, hari ini, Senin, 16 Juli 2012. Soemarmo merupakan terdakwa kasus dugaan suap dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2012.

 

Kuasa Hukum Soemarmo, Sopar Sitinjak, mengatakan pihaknya akan menghadirkan tiga saksi ahli yang akan meringankan terdakwa. "Mereka adalah ahli hukum pidana, keuangan, dan ahli hukum administrasi negara," kata Sopar saat dihubungi Senin.

Selain itu, kata dia, pihaknya pun akan menghadirkan seorang saksi fakta yang juga diharapkan dapat meringankan terdakwa di persidangan. Namun ia masih merahasiakan identitas keempat saksi itu. "Nanti saja dilihat di persidangan," ujar Sopar.

Sopar mengatakan Soemarmo dalam keadaan sehat dan siap menjalani persidangan. Saksi yang akan dihadirkan dalam sidang kasus suap pembahasan APBD 2012 memang tinggal berasal dari pihak terdakwa. "Saksi yang memberatkan dari jakasa sudah habis," katanya.

Dalam sidang terdahulu, Wakil Wali Kota Semarang Hendar Prihadi yang hadir sebagai saksi menyebut pemberian suap ke sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat diinstruksikan sang Wali Kota.

Suap itu terkait pembahasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2012. Namun Soemarmo mengatakan keterangan Hendar tak benar.

Soemarmo terseret kasus suap setelah ada pengembangan dari kasus Akhmat Zaenuri, serta dua anggota DPRD Semarang, Agung Purna Sarjono dan Sumartono. Soemarmo diduga bersama-sama dengan Zaenuri telah memberikan hadiah atau menjanjikan sesuatu kepada anggota Dewan terkait dengan pembahasan Rancangan APBD 2012.

Kasus suap ini terbongkar setelah KPK menangkap Zaenuri bersama kedua anggota DPRD Semarang pada 24 November 2011 bersama uang yang diduga suap, senilai Rp 40 juta. KPK menduga kuat uang itu untuk memuluskan pembahasan program Tambahan Penghasilan Pegawai pada APBD 2012 senilai Rp 100 miliar.

ANGGRITA DESYANI

Berita terpopuler lain:

Gaya Dahlan Iskan ''Kerjai'' Bupati Subang

Megawati Kehilangan Avanza di Monas

Jokowi-Ahok Diserang Kampanye SARA

Besok, Dahlan Iskan Ngantor Dengan Mobil Listrik

Dahlan Iskan Kepincut Mentimun Subang

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.