Wali Kota Solo Pimpin Demo Tolak Kenaikan BBM

TRIBUNNEWS.COM, SOLO – Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menentangan keras rencana pemerintah pusat yang akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pria yang akrab disapa Rudy ini menyatakan siap kembali turun ke jalan melakukan unjuk rasa bila rencana itu benar-benar dilakukan pemerintah.

Namun Rudy turun ke jalan bukan mengatasnamakan sebagai Wali Kota Solo. Ia akan membawa nama partai karena memang aktif sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P). Saat ini pria berkumis tebal ini tercatat menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Solo.

“Kalau BBM naik, saya siap turun ke jalan. Tapi bukan sebagai wali kota, tapi sebagai kader partai. Kan saya memang kader PDIP,” kata Rudy, Jumat (14/6).

Saat kenaikan BBM tahun lalu, Rudy juga pernah ikut melakukan unjuk rasa. Ia bahkan melakukan orasi di tengah ratusan massa yang memblokir jalan Jendral Sudirman, depan Balai Kota Solo.

Aksi itu sempat membuat Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi geram. Namun Rudy mengaku tak kapok bila aksi demonya nanti akan kembali disemprot oleh pemerintah pusat.

Ia berpendapat tak ada yang salah dengan aksi unjuk rasa karena merupakan bentuk penyampaian pendapat.

“Saya manut kebijakan partai. Kalau ada perintah turun ke jalan, saya siap memimpin langsung,” kata Rudy.

Ia juga mengkritik kebijakan pemerintah yang ingin memberikan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) kepada masyarakat sebagai kompensasi kenaikan BBM. Bantuan itu dianggap mirip balsem yang hangatnya hanya sementara

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.