Wali Kota Surabaya Gandeng Banyak Pihak Tangani Masalah Kemiskinan

Merdeka.com - Merdeka.com - Pandemi Covid-19 berdampak pada sektor perekonomian di Kota Surabaya, Jawa Timur. Di dua tahun kepemimpinan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memfokuskan pada penanganan persoalan kemiskinan yang merupakan imbas dari pandemi tersebut.

"Jadi yang terpenting dalam satu tahun ini adalah bagaimana orang yang terdampak pada Covid ini bisa lepas dari dampak kemiskinan," kata Eri kepada merdeka.com di SCTV Tower, Jakarta, Selasa (7/6).

Berbagai upaya dilakukan, pertama dengan menggandeng sejumlah stakeholder di Kota Surabaya. Termasuk di antaranya perguruan tinggi, investor dan juga masyarakat.

Eri menyebut tahun ini merupakan ekonomi kerakyatan, setelah di tahun sebelumnya Pemkot fokus pada penanganan Covid-19 dan pelaksanaan program vaksinasi.

"Tahun ini adalah ekonomi kerakyatan, bagaimana kita bisa memanfaatkan seluruh aset Pemerintah Kota Surabaya dengan elaborasi dengan beberapa stakeholder, maka kemiskinan masyarakat yang berpenghasilan rendah dapat menghasilkan pekerjaan dan menaikkan pendapatan per kapitanya. itu yang hari ini kita lakukan," lanjutnya.

Yang kedua adalah menggunakan 40 persen anggaran Pemkot untuk kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah, dengan cara membuka lapangan pekerjaan.

"Jadi insya Allah kalau uang itu sekitar Rp2 triliun. Itu belum 40 persen, tapi Rp2 triliun itu sudah kita jalankan untuk bergerak uang itu," beber Eri.

Memasuki masa pandemi, Pemkot Surabaya dengan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 juga memfokuskan pada pergerakan ekonomi masyarakat. Berbagai even juga sudah digelar.

"Pada ulang tahun Surabaya kemarin dalam waktu sampai 31 Mei kita mengadakan festival rujak ulek, parade bunga, parade budaya, ada pertandingan Persebaya lawan Persis Solo. Itu semua yang menggerakkan UMKM, sehingga kita sudah mulai menggerakkan penonton yang jumlahnya tidak lagi 75 persen tapi 100 persen. Dampak ekonominya juga banyak. itu yang kita lakukan di masa endemi," pungkasnya.

Sementara itu terkait penanganan banjir rob di kawasan pesisir Surabaya, Eri mengaku solusinya adalah tanggul penahan. Untuk pengerjaannya, Eri menilai Surabaya tidak bisa bekerja sendirian. Sehingga membutuhkan bantuan pemerintah pusat serta peran daerah tetangga Surabaya semisal Gresik, Sidoarjo dan Lamongan.

"Karena itu kemarin kita juga mengajukan ke Kementerian PU untuk meminta dan mohon anggaran terkait tanggul. ada sebagian yang kita kerjakan, tapi kita tidak mampu untuk mengerjakan semuanya, karena seperti Kali Lamong kita menggunakan model seperti membuat pondasi tanah yang ditumpuk. itupun sangat luar biasa nilainya," terangnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel