Wali Kota Surabaya siapkan gelaran "Mengenang Cak Sapari"

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan pergelaran seni dan budaya bertajuk "Mengenang Cak Sapari", seniman ludruk legendaris yang meninggal dunia pada Kamis, dini hari.

"Akan saya mulai dulu dengan kegiatan 'Mengenang Cak Sapari'," kata dia saat mengunjungi rumah duka almarhum Cak Sapari di Jalan Simo Mulyo Baru, Kota Surabaya, Kamis.

Menurut dia, Kota Surabaya kehilangan seniman ludruk legendaris Sapari Suhendra atau yang akrab disapa Cak Sapari.

Untuk mengenang dan menghormati kepergian anggota Grup Ludruk Kartolo Cs itu, Pemerintah Kota Surabaya akan menggelar kegiatan seni dan budaya bertajuk "Mengenang Cak Sapari".

Wali Kota Eri secara pribadi dan mewakili seluruh jajaran Pemkot Surabaya, sekaligus warga "Kota Pahlawan" itu, menyampaikan belasungkawa serta meminta seluruh masyarakat untuk mendoakan Cak Sapari.

"Mohon doanya, beliau adalah orang yang hebat karena telah mengharumkan nama Surabaya menjadi kota yang besar. Insyaallah saya bersama Cak Kartolo dan teman-teman (Pemkot Surabaya, red.) akan menggelar kegiatan seni dan budaya 'Mengenang Cak Sapari'," kata Cak Eri, panggilan akrab Eri Cahyadi.

Melalui kegiatan seni dan budaya bertajuk "Mengenang Cak Sapari", Pemkot Surabaya berniat menghidupkan kembali Balai Pemuda menjadi pusat kesenian dan budaya.

Baca juga: Keluarga ikhlaskan kepergian Cak Sapari Sang Legenda Ludruk

Hal itu, katanya, pernah dilakukan pemkot. Namun, saat itu Pemkot Surabaya tengah fokus pada penanganan dan antisipasi penyebaran COVID-19.

Cak Eri mengaku telah berkoordinasi dengan Cak Kartolo dan keluarga (Cak Sapari) untuk bersiap dalam pergelaran seni dan budaya "Mengenang Cak Sapari" di Balai Pemuda.

"Kedua akan saya canangkan juga, tempat seni yang ada di Surabaya itu letaknya di Balai Pemuda. Monggo (silakan) bisa dimanfaatkan oleh para seniman secara bergantian. Nanti dia bisa menjual tiket pementasan dan hasilnya juga bisa dimiliki oleh para seniman," kata dia.

Hanya saja, Cak Eri mengingatkan kepada para seniman untuk menjaga kebersihan melalui biaya retribusi.

Baca juga: Seniman Ludruk Surabaya Cak Sapari tutup usia

Sebab, dia berharap, para seniman bisa menjaga ruang kesenian di Kota Surabaya.

Bersamaan dengan pergelaran "Mengenal Cak Sapari", maka Balai Pemuda bisa kembali digunakan sebagai pusat kesenian dan budaya.

"Kota Surabaya mampu mempertahankan budaya Arek, salah satunya adalah melalui seni dan budaya. Karena itu saya mengajarkan anak-anak enom (muda) sekarang, bahwa Kota Surabaya terkenal karena ludruk. Melihat kemajuan zaman, ludruk juga tidak akan mati, tapi ludruk ini bisa bertransformasi menjadi ludruk dengan model (konsep) kekinian, seperti Grup Ludruk The Luntas dan lainnya," kata dia.

Dalam pergelaran bertajuk "Mengenang Cak Sapari", Cak Kartolo akan bersinergi dengan Grup Ludruk The Luntas.

Bahkan, Cak Eri juga akan ikut bermain dalam pementasan ludruk untuk mengajak seluruh masyarakat Kota Surabaya membangkitkan seni dan budaya di Balai Pemuda, sedangkan untuk mulainya pergelaran tersebut, Pemkot Surabaya akan menyesuaikan jadwal kegiatan Cak Kartolo.

Baca juga: Seniman ludruk Cak Sapari dirawat di RSUD Soewandhie
Baca juga: Wali Kota Surabaya unjuk kebolehan seni peran dalam pentas ludruk
Baca juga: 17 peserta ramaikan Festival Ludruk Surabaya 2019