Wali Kota Surabaya terima penghargaan tokoh muda Nahdliyin Inspiratif

·Bacaan 2 menit

Forum Komunikasi (Forkom) Jurnalis Nahdliyin atau FJN memberikan penghargaan Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif Jawa Timur Tahun 2021 kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Senin.

"Di Tahun 2021 ini ada 12 nama yang kami tetapkan sebagai Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2021. Salah satunya Mas Eri Cahyadi," kata Koordinator Forkom Jurnalis Nahdliyin Muhamad Didi Rosadi bersama sejumlah perwakilan FJN saat menyerahkan penghargaan kepada Wali Kota Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya.

Menurut dia, setiap tahun, FJN memberikan penilaian kepada tokoh-tokoh muda Nahdliyin yang dianggap bisa memberikan inspirasi kepada anak-anak muda NU.

Tentu saja dalam pemberian penghargaan tersebut, kata dia, FJN memiliki beberapa parameter yang menjadi dasar untuk penilaian, di antaranya berusia muda, berasal dari kalangan Nahdliyin atau NU dan juga memiliki kedekatan dengan para kiai NU.

"Kalau Mas Eri kan (usia) masih di bawah 45, kami anggap masih kriteria anak muda, terus NU. Kami sudah melakukan riset, dan Mas Eri sendiri tidak diragukan lagi ke-NU-annya, karena beliau juga masih keluarga Pondok Ndresmo (Sidosermo)," kata Diday panggilan akrab Didi Rosadi.

Di samping berasal dari keluarga Pondok Ndresmo, Diday menyebut, program yang digagas Wali Kota Eri juga banyak menyasar kepada warga Nahdliyin. Karena itu, lanjut dia, pihaknya meyakini mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini dapat menjadi contoh bagi anak-anak muda yang lain.

"Kami melihatnya Mas Eri itu milenial, ganteng, terus bisa ngaji, juga kami melihat amaliahnya juga amaliah NU. Karena itu bisa menginspirasi anak muda yang lainnya, karena hari ini anak muda itu butuh contoh. Nah, kami melihat Mas Eri bisa menjadi contoh buat anak-anak muda yang lain," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan terima kasih kepada FJN karena sudah diberikan kepercayaan sebagai salah satu tokoh muda inspiratif dari kalangan Nahdliyin.

Bagi dia, penghargaan ini akan menjadi pemicu untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kota Surabaya, terutama warga Nahdliyin.

"Insya Allah dengan kebersamaan kita, dengan gotong-royong kita, dengan inspirasi yang sudah diberikan kepada saya, Insya Allah kita bisa memberikan yang terbaik bagi warga Nahdliyin di Kota Surabaya," kata Wali Kota Eri.

Dalam kesempatan itu, wali kota yang akrab disapa Cak Eri itu juga mengajak jurnalis yang tergabung bersama FJN untuk bersama-sama berjuang memerangi kemiskinan di Kota Surabaya. Tentu saja pemerintah tak akan bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

"Mari bersama-sama ikhtiar, berjuang untuk melepaskan kemiskinan atau apa saja yang belum pas di Surabaya. Karena menurut saya, dengan kebersamaan inilah yang bisa membangkitkan," ujarnya.

Apalagi Cak Eri menilai bahwa saat ini adalah waktunya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena, tempat-tempat fenomenal, seperti Sentra Ikan Bulak (SIB), Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jembatan Suroboyo hingga Jembatan Sawunggaling, sudah dibangun oleh para pemimpin pendahulu.

"Tempat-tempat yang fenomenal sudah dibangun oleh wali kota-wali kota sebelumnya. Nah, tinggal sekarang ini bagaimana kita menggerakkan ekonomi masyarakat," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel