Wali Kota Tangerang Laporkan Sudah 800 Kg RDF Dikirim ke PLTU Banten Lontar 3

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Tangerang PT. PLN (Persero) mengunjungi tempat uji coba pengembangan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai sumber energi terbarukan dan pengelolaan sampah perkotaan oleh Pemerintah Kota Tangerang dan PT. Indonesia Power PLTU Banten 3 Lontar dalam program Cofiring yang berlokasi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Rawa Kucing, Neglasari, Rabu (28/4/21).

Tinjauan ini dihadiri langsung oleh Komisaris utama PT. PLN Persero Amien Sunaryadi, Direktur Mega Project & EBT PT. PLN Persero Ikhsan Asaad serta Direktur pengembangan dan Niaga PT. Indonesia Power Harlen dan juga jajaran Pemerintah Kota Tangerang

Turut mendampingi sebagai tuan rumah Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah pada kesempatannya menjelaskan Pemerintah Kota Tangerang terus berupaya melaksanakan pengurangan sampah perkotaan salah satunya dengan program RDF.

Teknologi RDF sendiri adalah teknik penanganan dan pengolahan sampah untuk menjadikannya sumber bahan bakar. Untuk TPA Rawa Kucing, bahan bakar yang dihasilkan dari teknik RDF ini untuk kepentingan PLTU Lontar di Kabupaten Tangerang. Sebab, saat ini harga bahan bakar yang dihasilkan dari sampah masih lebih murah daripada bahan bakar batu bara, yakni perbedaannya mencapai 50 persen.

"Kenapa kita melakukan uji coba RDF ini, selain membantu negara dalam meminimalisir pengeluaran biaya yang besar, RDF ini juga bisa mengurangi penggunaan bahan bakar batubara. Kami juga didampingi oleh kementerian lembaga salah satunya KPK, maka teknologi RDF ini menjadi teknologi yang ditawarkan oleh KPK dalam pengolahan sampah perkotaan," tambahnya.

Pengolahan Sampah dengan Teknologi RDF

Sinergitas Pemerintah Daerah dengan PT. PLN dan PT. Indonesia Power dalam mendukung pengembangan RDF untuk energi terbarukan.
Sinergitas Pemerintah Daerah dengan PT. PLN dan PT. Indonesia Power dalam mendukung pengembangan RDF untuk energi terbarukan.

Lebih lanjut, Arief mengungkapkan sudah dilakukan pengolahan sampah menggunakan teknologi RDF selama enam hari yang hasilnya dikirim ke PLTU Lontar untuk diuji coba dan dihitung kalorinya.

"Sudah dari hari Jumat kemarin kita olah menghasilkan 1,5 ton RDF, 800 kg sudah kami kirim ke PLTU lontar untuk dihitung kalorinya," ungkap Arief

Arief berharap, kedepan adanya sinergitas Pemerintah Daerah dengan PT. PLN dan PT. Indonesia Power dalam mendukung pengembangan RDF untuk energi terbarukan.

"Harapannya kita bisa didukung oleh PLN dan Indonesia Power dengan pengembangan SDM serta teknologi sehingga kami pemerintah daerah bisa menyelesaikan permasalahan sampah sesuai dengan keinginan bapak Presiden Republik Indonesia," harapnya.

Percontohan Penyelesaian Masalah Sampah

Sinergitas Pemerintah Daerah dengan PT. PLN dan PT. Indonesia Power dalam mendukung pengembangan RDF untuk energi terbarukan.
Sinergitas Pemerintah Daerah dengan PT. PLN dan PT. Indonesia Power dalam mendukung pengembangan RDF untuk energi terbarukan.

Dalam kesempatan yang sama Direktur pengembangan dan Niaga PT. Indonesia Power Harlen menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tangerang atas kerjasama yang sudah dilakukan dengan PT. Indonesia Power terkait program Cofiring menggunakan RDF.

"Program ini sudah kami implementasikan, mudah - mudahan kerjasama ini bisa menyelesaikan masalah sampah perkotaan dan sumber daya terbarukan,"

"Kami berencana meningkatkan alat yang ada agar program ini bisa berhasil dan menjadi semangat kami bagaimana nanti pelet ini bisa menghasilkan listrik," tukas Harlen.

Sementara itu, menurut Komisaris Utama PLN Amien Sunaryadi, pihaknya akan mendukung penuh langkah Indonesia untuk menjadikan Pemkot percontohan penyelesaian permasalahan sampah.

"Saya tinggal di Bekasi, bisa jadi RDF ini jadi jawaban permasalahan sampah juga di Bekasi, terutama TPA Bantar Gebang. Tinggal kita melakukan percepatan langkah selanjutnya," tutur Amien.

(*)