Wali Nanggroe Aceh jemput kelanjutan kerja sama pendidikan ke Rusia

Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik Mahmud Al Haytar berkunjung ke Republik Rakyat Tatarstan (republik dalam federasi Rusia) untuk menjemput tindak lanjut kerja sama pendidikan dari berbagai bidang keilmuan dengan Aceh.

“Kami tahu, Tatarstan cukup baik dalam bidang perminyakan, gas, industri, tata ruang, dan olahraga,” kata Tgk Malik Mahmud dalam keterangannya, di Banda Aceh, Minggu.

Dalam upaya menjemput kerja sama tersebut, Tgk Malik Mahmud bersama rombongan bertemu dengan Head of Vocational Education Department (Kementerian Pendidikan) Ministry of Education of The Republic of Tatarstan Andrey Fjodorov Alekseyevich.

Pertemuan dengan Kementerian Pendidikan Republik Tatarstan tersebut berlangsung di Kota Kazan, ibu kota negara bagian setempat yang kerap disebut sebagai The Third Capital of Rusia.

Pembahasan kerja sama pendidikan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian kunjungan Wali Nanggroe Aceh untuk memenuhi undangan dari Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia.

Tgk Malik mengatakan, Aceh merupakan daerah yang secara geografis letaknya sangat strategis, dimana sumber daya alam mulai dari minyak, gas dan mineral lainnya, serta lahan pertanian cukup subur dan alam yang indah.

"Namun, Aceh masih memiliki kekurangan dalam sumber daya manusia (SDM) untuk mengolah semua kekayaan alam itu menjadi produk siap pakai, bukan hanya eksplorasi bahan baku," ujarnya.

Sesuai komitmen yang telah dibicarakan sebelumnya dengan Kedubes Federasi Rusia di Jakarta, kata Malik, maka Aceh akan mengirimkan para pelajar untuk menempuh pendidikan di berbagai bidang di Rusia, termasuk di Tatarstan.

"Aceh akan mengirimkan para pelajar untuk belajar di Rusia dengan tujuan agar kekayaan alam yang dimiliki Aceh dapat diolah sendiri oleh putra-putri Aceh," kata Malik Mahmud.

Andrey menjelaskan bahwa Tatarstan memiliki Kazan Federal University (KFU), telah berdiri sejak tahun 1804. Di sana memiliki banyak jurusan mulai dari Institut Minyak dan Gas hingga Fakultas Geologi.

Sedangkan untuk bidang pertanian, Tatarstan memiliki universitas tersendiri. Begitu pula dengan bidang olahraga, juga memiliki universitas tersendiri yang tersedia banyak jurusan.

“Di Universitas Pertanian Kazan, ada banyak lulusan di sana yang kini menjadi pimpinan di Republik Tatarstan, seperti Presiden Tatarstan sekarang dan presiden sebelumnya,” demikian Andrey.
Baca juga: Menteri LHK temui Wali Nanggroe Aceh terkait implementasi UUPA
Baca juga: Wali Nanggroe: Perdamaian Aceh dalam pantauan internasional