Walikota Keluarkan Surat Edaran Tutup Pusat Perbelanjaan

Syahdan Nurdin, bambosi

VIVA – Banyak masyarakat yang membanding-bandingkan ketegasan pemerintah soal pelarangan melakukan ibadah di masjid saat pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 dengan tetap dibukanya pusat perbelanjaan seperti mall dan toko-toko lainnya. Warga merasa keputusan tersebut tidak adil sebab tidak ada yang bisa menjamin pusat perbelanjaan dapat menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

Terkait hal tersebut Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengeluarkan Surat Edaran yang memerintahkan agar Pusat Perbelanjaan baik itu Mall ataupun Toko Pakaian dan tempat keramaian lainnya untuk menutup kegiatan operasional mereka. Ahyar menganggap pusat perbelanjaan telah gagal dalam penerapan protokol Covid-19 sesuai dengan yang telah disepakati sebelumnya.

Penutupan pusat perbelanjaan tersebut adalah upaya Pemkot Mataram dalam memutus mata rantai Covid-19 di Kota Mataram yang sudah mengkhawatirkan. Selain itu, akibat dari gagalnya toko-toko dan mall tersebut dalam menerapkan physical distancing, sehingga Pemkot Mataram mengambil jalan tegas dengan menutup kegiatan operasional mereka sampai dengan waktu yang belum ditentukan.

Sebelumnya, Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah juga telah mengeluarkan edaran tentang larangan Sholat Idul Fitri 1441 Hijriah secara berjamaah baik di Masjid maupun di lapangan serta perintah untuk segera menutup pusat-pusat perbelanjaan seperti Mall, toko baju dan tempat keramaian lainnya.

Sementara itu di tempat terpisah, petugas gabungan dari Kepolisian, Satpol PP, dan Kodim mulai melakukan razia di beberapa tempat untuk menutup toko-toko baju yang masih membuka kegiatan operasionalnya. Salah satunya adalah Toko Pakaian yang terletak di Jl. Panca Usaha, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.