Walkot Semarang: Pembagian Hewan Kurban Door to Door atau Dikalengkan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Jelang Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah yang jatuh pada pada Selasa 20 Juli 2021, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengeluarkan kebijakan khusus yang berkaitan dengan pemotongan hewan kurban. Hal itu untuk mencegah munculnya klaster baru penyebaran COVID-19.

Wali Kota yang akrab disapa Hendi tersebut mengatakan, ada dua dimensi penting dalam peringatan Hari Raya Idul Adha. Pertama, ketaatan menjalankan ketentuan ibadah yang mengikuti prosedur syariat. Kedua, terkait aspek sosial yang sepatutnya memperhatikan kemaslahatan dan mencegah mudarat atau kerugian.

“Karena kurban adalah merupakan suatu proses, dari orang beli, kemudian pada hari H-nya dilakukan pemotongan dan yang kedua sesuai dengan konsep bergerak bersama, di mana orang yang mampu membantu yang tidak mampu," jelas Hendi.

Menurutnya, konteks Idul Adha berkaitan untuk kepentingan sosial. Maka hal itu harus bisa menjawab persoalan sosial. Terutama di tengah pandemi, yang aktivitas ramai harus dihindari dan interaksi dibatasi.

"Hari ini kita sedang dalam kondisi pandemi, maka ada dampak yang dialami masyarakat. Oleh karena itu, semakin banyak kurban semakin banyak warga yang akan mendapatkan bantuan,” jelasnya.

Terkait pencegahan penularan COVID-19, Hendi menekankan khususnya dalam hal pemotongan kurban harus betul-betul memperhatikan upaya menekan risiko penularan.

"Yang penting teknisnya, jangan sampai terjadi kerumunan dan menjadi kluster baru,” himbaunya.

Pemotongan hewan kurban juga tidak harus dilaksanakan tepat pada Hari Raya Idul Adha. Namun bisa dilakukan saat hari tasyrik yakni 11-13 Dzulhijjah. Selain itu, Hendi juga mengatakan dalam surat edaran kurban ini untuk pembagian hewan kurban hanya dilakukan panitia secara door to door atau dari rumah ke rumah, dan tidak mengundang banyak massa untuk datang ke masjid.

"Atau ada juga teknis yang lain dilakukan dengan model menyerahkan ke salah satu perusahaan pengalengan, sehingga dibagi dalam bentuk daging kaleng," kata Hendi.

Dalam surat edaran Pemkot Semarang, terkait pemotongan hewan kurban juga mengatur sejumlah persyaratan jika masyarakat akan memotong di lingkungan masjid. Syaratnya panitia berasal dari lingkungan tempat tinggal yang sama dan dalam kondisi sehat. Sedangkan petugas yang berasal dari luar kota, harus memiliki surat keterangan bebas COVID-19 yang dibuktikan dengan hasil swab antigen 1×24 jam sebelum hari H.

Laporan: Teguh Joko Sutrisno/ tvOne Semarang, Jawa Tengah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel