Wall St jatuh karena meningkatnya kekhawatiran pembatasan COVID China

Indeks-indeks utama Wall Street jatuh pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), di tengah kekhawatiran bahwa China dapat melanjutkan langkah-langkah yang lebih ketat untuk melawan COVID-19 setelah mengatakan menghadapi ujian pandemi yang paling parah.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 45,41 poin atau 0,13 persen, menjadi menetap di 33.700,28 poin. Indeks S&P 500 turun 15,40 poin atau 0,39 persen, menjadi berakhir di 3.949,94 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 121,55 poin atau 1,09 persen, menjadi ditutup di 11.024,51 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan bahan pokok konsumen dan real estat masing-masing naik 0,98 persen dan 0,72 persen, melampaui yang lainnya. Sementara itu, sektor konsumer non-primer dan energi masing-masing turun 1,41 persen dan 1,39 persen, memimpin penurunan.

Saham-saham terkait teknologi menderita secara luas dengan kelompok teknologi S&P 500 berakhir turun 1,13 persen.

Beijing mengatakan pada Senin (21/11/2022) akan menutup bisnis dan sekolah di distrik-distrik yang terkena dampak paling parah dan memperketat aturan untuk memasuki kota, karena infeksi terus meningkat.

"Ada ketakutan bahwa China akan menerapkan kembali beberapa pembatasan COVID yang konon baru saja mereka mulai cabut," kata Carol Schleif, wakil kepala investasi di BMO Family Office.

Operator kasino AS dengan bisnis di China termasuk Wynn Resorts Ltd, Las Vegas Sands Corp, MGM Resorts International dan Melco Resorts & Entertainment Ltd semuanya tergelincir sedikitnya 2,0 persen.

Volume perdagangan rendah pada Senin (21/11/2022), dan cenderung berkurang menjelang liburan Thanksgiving pada Kamis (24/11/2022), membuat pasar lebih rentan terhadap volatilitas.

Volume di bursa AS mencapai 9,43 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,88 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

"Jika Anda ingin menyalahkan sedikit aksi ambil untung pada beberapa kekhawatiran karena lonjakan kasus COVID, tidak apa-apa," kata Jack Janasiewicz, kepala strategi portofolio dan manajer portofolio di Natixis Investment Managers Solutions. "Ini menjadi sangat rumit karena volumenya."

Saham memangkas kerugian pada sore hari setelah Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly berkomentar bahwa para pejabat perlu berhati-hati untuk menghindari "penurunan yang menyakitkan."

Presiden Fed Cleveland Loretta Mester menggemakan Daly, mengatakan dia mendukung kenaikan suku bunga yang lebih kecil pada Desember.

Indeks sektor energi S&P 500 turun hampir 3,0 persen pada ke level terendah dalam empat minggu karena harga minyak jatuh lebih dari 5,0 persen setelah laporan bahwa Arab Saudi dan produsen minyak OPEC lainnya sedang mendiskusikan peningkatan produksi. Namun, indeks mengurangi kerugian setelah Arab Saudi membantah membicarakannya.

Energi adalah satu-satunya sektor S&P 500 utama yang mengincar keuntungan untuk tahun ini, melonjak sekitar 63 persen.

Walt Disney Co melonjak 6,30 persen setelah kembalinya Bob Iger sebagai kepala eksekutif raksasa hiburan tersebut.

S&P 500 memperpanjang penurunannya dari minggu sebelumnya ketika beberapa pejabat Federal Reserve mengulangi janji bank sentral untuk menaikkan suku sampai inflasi terkendali, ketika investor sekarang menunggu rilis risalah dari pertemuan November Fed pada Rabu (23/11/2022).

Di antara saham lainnya, Tesla Inc anjlok 6,84 persen setelah pembuat mobil listrik itu mengatakan akan menarik kembali kendaraan di Amerika Serikat karena masalah yang dapat menyebabkan lampu belakang sesekali gagal menyala.

Aplikasi kencan gay Grindr terjen 46,00 persen di tengah kelemahan pasar yang lebih luas, setelah meroket dalam debutnya di Bursa Efek New York pada sesi sebelumnya.

Baca juga: Wall Street berakhir menguat, ditopang kenaikan saham defensif

Baca juga: Wall Street turun tertekan komentar pejabat Fed yang "hawkish"

Baca juga: Wall Street berakhir melemah, indeks Dow Jones merosot 0,12 persen