Wall Street berakhir beragam, indeks Dow Jones naik 123,69 poin

·Bacaan 3 menit

Wall Street beragam pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah mengarungi pekan perdagangan yang bergejolak, dengan Dow Jones Industrial Average menjadi satu-satunya titik terang, ketika kekhawatiran inflasi membayangi saham-saham pertumbuhan ternama.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 123,69 poin atau 0,36 persen menjadi menetap di 34.207,84 poin. Indeks S&P 500 terpangkas 3,26 poin atau 0,08 persen menjadi berakhir di 4.155,86 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup berkurang 64,75 poin atau 0,48 persen menjadi 13.470,99 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor consumer discretionary dan teknologi masing-masing melemah 0,59 persen dan 0,52 persen, memimpin kerugian. Sementara sektor keuangan menguat 0,9 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.

Baca juga: Wall Street akhiri penurunan tiga hari, ditopang reli saham teknologi

Dow terangkat oleh industri kelas berat, termasuk Boeing dan Caterpillar Inc. Boeing melonjak 3,1 persen saat sumber-sumber industri mengatakan pembuat pesawat itu telah menyusun rencana awal untuk meningkatkan produksi 737 MAX menjadi sebanyak 42 jet per bulan pada musim gugur 2022.

Bank, termasuk Goldman Sachs, dan JP Morgan, juga mendukung Dow.

Para analis memperkirakan perdagangan yang berotasi akan terus berlanjut dengan peluncuran vaksin dan pembukaan kembali ekonomi.

“Begitu kita mencapai paruh akhir 2020, kami perkirakan melihat rotasi yang lebih besar dari teknologi ke saham-saham yang lebih siklikal dan defensif karena pemulihan mengambil bentuk yang lebih besar,” kata Greg Bassuk, kepala eksekutif di AXS Investments.

Baca juga: Saham Inggris berbalik melemah, indeks FTSE 100 tergerus 0,03 persen

Data ekonomi yang kuat telah memberikan tekanan pada saham-saham pertumbuhan, yang kemungkinan besar akan terpengaruh oleh potensi kenaikan suku bunga. Data IHS Markit menunjukkan aktivitas bisnis AS meningkat pada Mei di tengah permintaan domestik yang kuat, tetapi pekerjaan yang belum selesai menumpuk karena produsen kesulitan menemukan bahan baku dan tenaga kerja.

Menyusul penurunan tiga hari, indeks-indeks utama Wall Street menguat pada Kamis (20/5/2021) setelah data menunjukkan klaim pengangguran mingguan AS paling sedikit sejak resesi yang dipicu pandemi pada 2020, menunjuk pada kenaikan di pasar tenaga kerja.

Meskipun melemah pada Jumat (21/5/2021), Nasdaq berhenti dari penurunan empat minggu berturut-turut karena investor terus berputar di sekitar saham-saham mega-kapitalisasi terkait teknologi yang baru-baru ini mengalami pukulan terbesar karena kekhawatiran inflasi.

“Investor harus mengubah pola pikir mereka dan memahami bahwa teknologi akan menjadi diperdagangkan lebih lama sekarang. Mereka tidak mungkin melihat peningkatan 20 persen di Apple dalam beberapa bulan mendatang,” kata Sylvia Jablonski, kepala investasi di Defiance ETFs.

Baca juga: Saham Spanyol kembali menguat, indeks IBEX 35 terkerek 0,87 persen

Bitcoin turun setelah Wakil Perdana Menteri China Liu He mengatakan pemerintahnya akan menindak aktivitas penambangan dan perdagangan mata uang virtual tersebut. Saham terkait mata uang kripto seperti Coinbase Global anjlok 3,9 persen.

Ford Motor Co melonjak 6,7 persen dalam kenaikan satu hari terbesar sejak Desember setelah mengumumkan rencana pada Kamis (20/5/2021) untuk membentuk usaha patungan baterai di Amerika Serikat dengan pembuat baterai Korea Selatan SK Innovation guna mendukung peluncuran kendaraan listriknya, mengonfirmasi laporan Reuters sebelumnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel