Wall Street berakhir menguat, ditopang kenaikan saham pertumbuhan

Wall Street menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), memperpanjang kenaikan baru-baru ini didorong oleh kenaikan saham-saham pertumbuhan berkapitalisasi besar karena imbal hasil obligasi pemerintah AS berkurang.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 151,39 poin atau 0,45 persen, menjadi menetap di 33.912,44 poin. Indeks S&P 500 bertambah 16,99 poin atau 0,40 persen, menjadi berakhir di 4.297,14 poin. Indeks Komposit Nasdaq terkerek 80,87 poin atau 0,62 persen, menjadi ditutup di 13.128,05 poin.

Saham-saham pertumbuhan Apple Inc dan Microsoft Corp termasuk di antara dorongan terbesar untuk S&P 500 dan Nasdaq.

Imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS sedikit lebih rendah, sementara bank sentral China memangkas suku bunga pinjaman utama dalam langkah mengejutkan untuk menghidupkan kembali permintaan setelah ekonomi secara tak terduga melambat pada Juli.

Saham-saham memperpanjang keuntungan dari minggu lalu ketika tanda-tanda bahwa inflasi mungkin telah mencapai puncaknya pada Juli, meningkatkan kepercayaan investor bahwa pasar bullish dapat berlangsung. S&P 500 telah rebound tajam sejak pertengahan Juni, tetapi tetap turun untuk tahun ini.

Data AS dalam beberapa pekan terakhir juga telah meningkatkan harapan bahwa Federal Reserve dapat mencapai soft landing bagi perekonomian.

"Kami kembali ke (saham) pertumbuhan yang berjalan dengan relatif baik terhadap value stocks (saham murah), dan pelaku pasar melihat The Fed dan berkata, 'Hei, mereka akan memangkas suku bunga di sini lebih cepat dari yang kita tahu, dan itu akan bagus untuk pasar ekuitas,'" kata Paul Nolte, manajer portofolio di Kingsview Investment Management di Chicago.

Suku bunga yang lebih tinggi dapat menekan kelipatan saham, terutama saham teknologi dan saham pertumbuhan lainnya.

Laporan triwulanan dari pengecer besar diharapkan minggu ini dan akan melengkapi periode pelaporan kuartal kedua. Hasil dari Walmart Inc dan Home Depot Inc akan dirilis sebelum bel pada Selasa waktu setempat. Target Corp juga akan melaporkan hasil kuartalan minggu ini.

Perkiraan pertumbuhan pendapatan pada kuartal kedua untuk perusahaan-perusahaan S&P 500 telah meningkat sejak 1 Juli, dan berita dari perusahaan AS sebagian besar mengejutkan investor, yang telah bersiap untuk prospek yang lebih suram pada bisnis dan ekonomi.

Saham raksasa e-commerce China Alibaba Group Holding Ltd yang tercatat di AS tergelincir.