Wall Street berakhir menguat, ditopang kenaikan saham defensif

Wall Street menguat pada akhir sesi perdagangan yang berombak Jumat (Sabtu pagi WIB), karena investor mencerna data ekonomi terbaru didorong kenaikan saham defensif dan mengabaikan komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve (Fed) tentang kenaikan suku bunga.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 199,37 poin atau 0,59 persen, menjadi menetap di 33.745,69 poin. Indeks S&P 500 bertambah 18,78 poin atau 0,48 persen, menjadi berakhir di 3.965,34 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik tipis 1,10 poin atau 0,01 persen, menjadi ditutup di 11.146,06 poin.

Kelompok defensif memimpin dengan sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah positif, dengan sektor utilitas dan real estat masing-masing terdongkrak 2,0 persen dan 1,29 persen, melampaui yang lainnya. Sementara itu, sektor energi dan komunikasi masing-masing turun 0,9 persen dan 0,35 persen, hanya dua kelompok yang menurun.

Untuk minggu ini, Indeks Dow Jones turun kurang dari 0,01 persen, Indeks S&P 500 turun 0,7 persen dan Indeks Nasdaq turun 1,6 persen.

Keuntungan pasar terjadi meskipun banyak data ekonomi yang lesu. National Association of Realtors melaporkan Jumat (18/11/2022) bahwa penjualan rumah yang ada (existing home) di AS turun 5,9 persen pada Oktober, turun selama sembilan bulan berturut-turut, karena lonjakan suku bunga KPR dan harga tinggi mendorong pembeli keluar dari pasar.

Baca juga: Dolar akhir pekan menguat, yield obligasi naik & pasar fokus ke Fed

Di tempat lain The Conference Board yang berbasis di New York mengatakan Indeks Ekonomi Utama AS turun selama delapan bulan berturut-turut pada Oktober, "menunjukkan ekonomi mungkin dalam resesi."

Pemimpin The Fed Boston Susan Collins mengatakan bahwa dengan sedikit bukti tekanan harga berkurang, The Fed mungkin perlu memberikan kenaikan suku bunga 75 basis poin lagi ketika berupaya mengendalikan inflasi.

Pada Kamis (17/11/2022) Presiden The Fed St Louis James Bullard memicu penurunan ekuitas ketika dia mengatakan The Fed perlu terus menaikkan suku bunga karena pengetatannya sejauh ini "hanya berdampak terbatas pada inflasi yang diamati."

Dengan Collins dan kemudian Bullard "kami memiliki pembicaraan yang sangat hawkish, tetapi pasar benar-benar mengambilnya dengan tenang," kata Keith Lerner, co-chief investment officer di Trust Advisory Services. "Itu belum memukul pasar ke sisi negatifnya seperti di masa lalu."

"Pasar berada dalam sedikit pola bertahan" jelang data ketenagakerjaan dan ekonomi lainnya, kata Ekonom dan Ahli Strategi Portofolio New York Life Investments, Lauren Goodwin, seperti dikutip oleh Reuters.

Baca juga: Harga emas jatuh, tertekan penguatan dolar AS dan Fed yang "hawkish"
Baca juga: Harga minyak turun dua persen, pasar kekhawatiran permintaan melemah