Wall Street berakhir naik tajam, Indeks Dow Jones melonjak 1.201 poin

Wall Street naik tajam pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan ketiga indeks utama mencatat persentase kenaikan harian terbesar mereka dalam sekitar 2,5 tahun, karena tanda inflasi yang melambat pada Oktober memicu spekulasi Federal Reserve (Fed) mungkin menjadi kurang agresif dengan kenaikan suku bunganya.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 3,70 persen atau 1.201,43 poin, menjadi menetap di 33.715,37 poin. Indeks S&P 500 melambung 5,54 persen atau 207,80 poin, menjadi berakhir di 3.956,37 poin. Indeks Komposit Nasdaq terangkat 7,35 persen atau 760,97 poin, menjadi ditutup di 11.114,15 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dipimpin oleh sektor teknologi informasi yang melonjak 8,33 persen, diikuti oleh kenaikan 7,74 persen di sektor real estat.

Saham-saham di seluruh sektor melonjak karena data harga konsumen terbaru menyemangati investor yang khawatir bahwa kenaikan suku bunga yang sedang berlangsung dapat melumpuhkan ekonomi AS.

Di antara pemain terkuat di Wall Street pada Kamis (10/11/2022), adalah saham Nvidia melonjak sekitar 14 persen, Meta Platforms naik 10 persen dan Alphabet naik 7,6 persen.

Data Departemen Tenaga Kerja menunjukkan angka Indeks Harga Konsumen (IHK) tahunan di bawah 8,0 persen untuk pertama kalinya dalam delapan bulan.

Baca juga: Dolar jatuh, dipicu data inflasi AS lebih rendah dari perkiraan

"Ini adalah deal besar," kata Kepala Strategi Baker Avenue Asset Management, King Lip, di San Francisco. "Kami telah menyebut puncak inflasi selama beberapa bulan terakhir dan sangat frustrasi karena tidak muncul dalam data. Untuk pertama kalinya, itu benar-benar muncul dalam data."

Meningkatnya kekhawatiran resesi telah memukul Wall Street tahun ini. S&P 500 masih turun sekitar 17 persen tahun ini, dan berada di jalur penurunan tahunan terbesar sejak 2008.

Data inflasi mendorong para pedagang untuk menyesuaikan taruhan kenaikan suku bunga, dengan kemungkinan kenaikan suku bunga 50 basis poin pada Desember, daripada kenaikan 75 basis poin, melonjak menjadi sekitar 85 persen dari 52 persen sebelum data dirilis, menurut Alat FedWatch CME.

Presiden The Fed San Francisco Mary Daly dan Presiden The Fed Dallas Lorie Logan menyambut baik data inflasi terbaru, tetapi memperingatkan bahwa pertarungan dengan kenaikan harga masih jauh dari selesai.

Baca juga: Harga emas melonjak 40 dolar, dipicu data inflasi AS yang lebih kecil

Amazon.com Inc melonjak lebih dari 12 persen setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa e-commerce kelas berat tersebut sedang meninjau unit bisnis yang tidak menguntungkan untuk memangkas biaya.

Indeks semikonduktor Philadelphia melonjak 10,2 persen, memangkas kerugiannya pada 2022 menjadi sekitar 32 persen. Indeks volatilitas CBOE, juga dikenal sebagai pengukur ketakutan Wall Street, jatuh ke level terendah hampir dua bulan sekitar 23 poin.

Beberapa investor mendesak kehati-hatian bahwa reli Kamis (10/11/2022) mungkin berlebihan.

"Pasar - seperti yang telah terjadi beberapa kali tahun ini - sangat bersemangat untuk memperdagangkan 'perubahan arah Fed' ... tetapi kami pikir pasar sedikit lebih maju berdasarkan satu data," kata Kepala Manajemen Portofolio Horizon Investments, Zach Hill, di Charlotte.

Baca juga: Harga minyak naik, ditopang dolar AS jatuh & data inflasi lebih rendah

Indeks Perumahan PHLX melonjak 10,3 persen ke level tertinggi sejak Agustus setelah jatuh tahun ini karena kekhawatiran tentang suku bunga hipotek yang lebih tinggi mengurangi keterjangkauan.

Rivian Automotive Inc melonjak 17,4 persen setelah pembuat kendaraan listrik itu melaporkan kerugian yang lebih kecil dari perkiraan, jumlah pra-order yang lebih tinggi dan menegaskan kembali prospek produksi setahun penuh.

Dow sekarang telah pulih sekitar 17 persen dari penutupan terendah pada 30 September, dan tetap turun sekitar 9,0 persen dari rekor penutupan tertinggi pada awal Januari.

Volume transaksi di bursa AS sangat besar, dengan 14,9 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan dengan rata-rata 11,9 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.

Baca juga: Saham Inggris ditutup menguat, Indeks FTSE 100 naik1,08 persen
Baca juga: Saham Jerman berbalik naik tajam, Indeks DAX 40 melambung 3,51 persen
Baca juga: Saham Prancis ditutup melonjak, Indeks CAC 40 naik 1,96 persen