Wall Street Bervariasi, Indeks S&P Gagal Dekati Posisi Rekor Tertinggi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan Selasa, 8 Juni 2021. Indeks saham acuan S&P 500 gagal mencapai level tertinggi sepanjang masa pada Mei 2021.

Pada penutupan wall street, indeks saham S&P 500 naik kurang dari satu poin menjadi 4.227,26. Indeks Dow Jones merosot 30,42 poin atau 0,1 persen menjadi 34.599,82. Indeks Nasdaq bertambah 0,3 persen menjadi 13.924,91.

Saham Tesla menghapus kenaikan sebelumnya dan turun hampir 0,3 persen bahkan setelah kenaikan pengiriman mobil. Produsen mobil listrik tersebut mengirimkan 33.463 kendaraan buatan China pada Mei, melonjak 29 persen dari April 2021.

Di sisi lain, saham maskapai berbalik menguat setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit melonggarkan rekomendasi perjalanan untuk 61 negara termasuk Jepang, Prancis, Afrika Selatan, Kanada, Spanyol, dan India.

Saham United Airlines naik hampir 0,8 persen. Sementara saham Delta melonjak 2,1 persen. Peningkatan dari Jefferies pada optimisme tentang perjalanan internasional dan bisnis juga mendorong saham Delta.

Saham Boeing naik sedikit setelah Southwest Airlines mengatakan meningkatkan pesanan untuk model 737 max terkecil dengan hampir tiga lusin pesawat di tengah peningkatan permintaan perjalanan.

Sementara itu, trader yang ada di Reddit juga juga meluas ke saham lain terutama saham Clover Health dan Wendy’s pada Selasa pekan ini.

Saham perusahaan rintisan perawatan kesehatan Clover Health melonjak 100 persen, dan ditutup naik 86 persen. Sedangkan saham Wendy’s menguat 25,8 persen.

Investor Menanti Pertemuan the Fed

(Foto: Ilustrasi wall street. Dok Unsplash/lo lo)
(Foto: Ilustrasi wall street. Dok Unsplash/lo lo)

Komisi sekuritas dan bursa AS mengatakan, pihaknya mengamati volatilitas yang sedang berlangsung di pasar dan berjanji melindungi investor ritel.

Dai sisi data, lowongan pekerjaan pada April melonjak ke rekor tertinggi baru dengan 9,3 juta lowongan di tengah pemulihan ekonomi. Standar yang ditetapkan pada April jauh di atas 8,3 juta pada Maret yang merupakan tertinggi baru sejak 2000 untuk survei pembukaan pekerjaan dan perputaran tenaga kerja.

"Lonjakan pembukaan baru-baru ini menunjukkan ini menunjukkan perusahaan mengalami kesulitan mengisisi posisi, dan jumlah pemberhentian yang dilaporkan dalam data JOLTS juga telah sebagian besar melonjak, menunjukkan pekerja dapat menemukan dan percaya diri dengan kemampuan untuk menemukan posisi baru,” ujar Analis JP Morgan Daniel Silver.

Ia menambahkan, dua faktor ini menandakan perlunya perusahaan menaikkan upah. “Kami telah melihat berbagai tindakan meningkat belakangan ini,” ujar dia dilansir dari CNBC, Rabu (9/6/2021).

Sementara itu, beberapa situs web global tumbang pada Selasa pagi, tetapi ukuran masalah dan seberapa luasnya tidak jelas. Indeks harga konsumen pada Mei akan dirilis Kamis pekan ini.

Ekonom mengharapkan CPI naik 4,7 persen dari tahun sebelumnya. Pada April 2021, CPI meningkat 4,2 persen secara tahunan, dan alami kenaikan tercepat sejak 2008.

Semua mata tertuju pada pertemuan the Federal Open Market Committee yang dijadwalkan pada 15 dan 16 Juni karena investor mencari tahu pernyataan pejabat bank sentral AS tentang inflasi dan kebijakan moneter. Komentar terbaruk oleh pejabat menunjukkan the Fed mulai mempersiapkan pasar untuk mengurangi pembelian asetnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel