Wall Street Bervariasi, Indeks S&P 500 Menguat Usai The Fed Bakal Pertahankan Kebijakan Moneter

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street beragam pada perdagangan Rabu, 14 Juli 2021. Indeks S&P 500 menguat ke posisi tertinggi setelah Ketua the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral AS Jerome Powell mengatakan, bank sentral AS akan tetap mempertahankan kebijakan moneternya.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks S&P 500 naik 0,12 persen menjadi 4.374,30 setelah sentuh rekor tertinggi sebelumnya. Indeks Dow Jones bertambah 44,44 poin atau 0,13 persen ke posisi 34.933,23. Indeks Nasdaq melemah 0,22 persen ke posisi 14.644,95.

Powell mengatakan dalam testimoni tengah tahunan di hadapan House Committee on Financial Services, the Fed dapat menunggu sebelum mulai mengurangi pembelian obligasi meski inflasi melonjak. Ia masih mengharapkan inflasi moderat.

"Pada pertemuan Juni kami, Komite membahas kemajuan menuju tujuan kami sejak mengadopsi pembelian aset kami pada Desember lalu. Sementara mencapai standar kemajuan lebih lanjut yang substansial masih jauh, para partisipan berharap kemajuan itu akan terus berlanjut,” ujar Powell dilansir dari CNBC, Kamis (15/7/2021).

Powell juga dijadwalkan untuk bersaksi di depan Komite Senat untuk urusan perbankan, perumahan dan perkotaan pada Kamis, 15 Juli 2021.

Di sisi lain, imbal hasil pada surat berharga bertenor 10 tahun di tengah pernyataan ketua The Fed Jerome Powell, melanjutkan penurunannya dalam beberapa bulan terakhir.

Imbal hasil turun bahkan ketika harga produsen pada Juni menunjukkan inflasi lebih tinggi dari yang diharapkan. Ini mengikuti lompatan terbesar dalam indeks harga konsumen sejak 2008 yang dirlis pada Selasa.

Musim Laporan Keuangan

Director of Trading Floor Operations Fernando Munoz (kanan) saat bekerja dengan pialang Robert Oswald di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street jatuh ke zona bearish setelah indeks Dow Jones turun 20,3% dari level tertingginya bulan lalu. (AP Photo/Richard Drew)
Director of Trading Floor Operations Fernando Munoz (kanan) saat bekerja dengan pialang Robert Oswald di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street jatuh ke zona bearish setelah indeks Dow Jones turun 20,3% dari level tertingginya bulan lalu. (AP Photo/Richard Drew)

Sementara itu, indeks Nasdaq 100 ditutup pada level tertinggi sepanjang masa didorong rekor saham Apple. Saham Apple naik 2,4 persen setelah perseroan dilaporkan meminta pemasok untuk meningkatkan produksi iPhone generasi berikutnya sebesar 20 persen.

JPMorgan juga menambahkan raksasa teknologi itu ke daftar fokusnya dan menaikkan target harga saham untuk menyiratkan potensi kenaikan 20 persen dari penutupan Selasa. Laporan pendapatan kuartal II 2021 dari bank-bank besar dan perusahaan besar lainnya berlanjut pada Rabu pekan ini.

"Saat kami memasuki musim pendapatan kuartal II 2021, pasar tampaknya mengintensifkan perhatian mereka pada langkah selanjutnya untuk ekonomi dan apakah inflasi akan menyertainya,” ujar Chris Hussey dari Goldman Sachs.

Dengan investor fokus pada berita utama the Federal Reserve dan pembacaan inflasi, rilis kinerja sejauh ini belum menyebabkan pergerakan saham utama meskipun hasil lebih baik dari perkiraan.

Semua 12 dari perusahaan S&P 500 yang telah membukukan hasil fiskal kuartalan minggu ini telah mengalahkan perkiraan laba per saham, tetapi kelompok tersebut rata-rata menurun 0,56 persen.

Kinerja Saham

Ekspresi spesialis David Haubner (kanan) saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok karena investor menunggu langkah agresif pemerintah AS atas kejatuhan ekonomi akibat virus corona COVID-19. (AP Photo/Richard Drew)
Ekspresi spesialis David Haubner (kanan) saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok karena investor menunggu langkah agresif pemerintah AS atas kejatuhan ekonomi akibat virus corona COVID-19. (AP Photo/Richard Drew)

Saham Bank of America turun setelah melaporkan pendapatan kuartal II 2021 sebesar USD 21,6 miliar tepat di bawah perkiraan USD 21,8 miliar dari Refinitiv. Suku bunga rendah mendorong pendapatan bunga bersih sebesar enam persen.

Sementara itu, saham American Airlines melonjak setelah maskapai memperkirakan pendapatan lebih baik dan kerugian lebih kecil dari perkiraan sebelumnya pada kuartal II 2021. Perusahaan akan melaporkan hasil fiskal kuartalan pada 22 Juli 2021.

Indeks S&P 500 naik lebih dari 16 persen pada 2021, dan lebih dari 36 persen dalam 12 bulan terakhir, menandakan kabar baik mungkin akan dimasukkan ke saham. Pertumbuhan laba dari perusahaan S&P 500 diperkirakan mencapai 64 persen year on year (YoY) untuk kuartal tersebut, menurut perkiraan analis yang dikumpulkan oleh Factset.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel