Wall Street dibuka lebih tinggi pascakemenangan Biden

·Bacaan 1 menit

New York (AFP) - Saham-saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat dibuka lebih tinggi pada Senin (9/11) usai terpilihnya Joe Biden sebagai presiden AS berikutnya, dengan kontrak jangka panjang indeks utama Bursa Efek New York naik pada Minggu malam.

Sekitar pukul 2315 GMT, kontrak jangka panjang Desember untuk Dow Jones naik 0,5 persen, Nasdaq 0,6 persen dan S&P 500 naik 0,5 persen.

Kontrak berjangka secara umum memberikan arahan yang diambil pasar keuangan saat perdagangan dibuka.

Saham Wall Street pada Jumat menutup minggu terbaik mereka dalam beberapa bulan saat Biden secara perlahan mendekati kemenangan dalam pemilu melawan Donald Trump.

S&P 500 ditutup naik 7,3 persen untuk pekan ini, yang terbaik sejak April.

Reli tersebut dibangun dengan asumsi Biden sukses memenangi Gedung Putih dan Partai Demokrat mengendalikan DPR, sementara Partai Republik diperkirakan akan mempertahankan kendali Senat AS.

Perpecahan di Washington berpotensi menggagalkan kenaikan pajak besar-besaran pada perusahaan besar dan individu, serta kebijakan besar-besaran lainnya yang ditakuti oleh para investor.

Pasar tampaknya tidak terganggu oleh penolakan Trump untuk mengakui kekalahan serta upaya untuk menebarkan keraguan hasil pemilu.

Trump berencana mengajukan sederet gugatan hukum dalam beberapa pekan mendatang, menurut pengacaranya Rudy Giuliani, yang pada Minggu mengatakan bahwa ia mengantongi "banyak bukti" kecurangan.

Tim kampanye Trump telah memperkarakan hasil pemilu di sejumlah negara bagian, namun tidak ada bukti yang muncul mengenai penyimpangan meluas yang akan mempengaruhi hasil tersebut.

Biden berjanji akan menunjuk kabinet yang mencerminkan keragaman negara, meski dirinya kemungkinan kesulitan mendapatkan persetujuan jika Partai Republik mempertahankan kendali Senat, hasil yang akan bergantung pada dua pemilihan putaran kedua di Georgia pada Januari.