Wall Street dibuka melambung setelah lonjakan pengangguran AS

Faisal Yunianto

Saham-saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat, dibuka lebih tinggi pada Kamis pagi waktu setempat, setelah lonjakan pengangguran dan program tambahan bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) untuk mendukung ekonomi di tengah pandemi COVID-19.

Tak lama setelah pembukaan, Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 312,95 poin atau 1,34 persen menjadi 23.746,52.

Indeks S&P 500 naik 31,18 poin atau 1,13 persen menjadi 2.781,16 dan Indeks Komposit Nasdaq meningkat 73,30 poin atau 0,91 persen menjadi 8.164,20.

Pada pekan yang berakhir 4 April, jumlah klaim awal pengangguran di Amerika Serikat mencapai 6,6 juta di tengah meningkatnya kejatuhan ekonomi akibat COVID-19, menyusul angka yang mengejutkan pada minggu sebelumnya, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis.

"Jumlah penuntut baru sejak Virus Corona mewabah telah mencapai angka 17 juta. Ingatlah, banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan belum mengajukan. Banyak lagi yang tidak memenuhi syarat," kata Kepala Ekonom FHN Financial, Chris Low, dalam sebuah pernyataan.

Federal Reserve pada Kamis (9/4), juga mengumumkan tindakan tambahan untuk menyediakan hingga 2,3 triliun dolar AS dalam bentuk pinjaman untuk mendukung perekonomian.

"Pendanaan ini akan membantu rumah tangga dan pengusaha dari semua ukuran dan meningkatkan kemampuan pemerintah negara bagian dan lokal untuk memberikan layanan penting selama pandemi virus corona," kata bank sentral AS itu.

"Saham-saham naik karena kerusakan pada ekonomi-terbukti dalam klaim-tidak dapat dipahami, sementara respons dari Fed lebih mudah dipahami," kata ChrisLow.

Baca juga: Wall Street berakhir turun, investor takut pasar saham AS jatuh lagi
Baca juga: Wall Street merosot, dipicu kehilangan pekerjaan besar-besaran di AS
Baca juga: Wall Street berakhir menguat didukung reli saham energi