Wall Street dibuka melemah setelah data penjualan ritel mengecewakan

Bambang Sutopo Hadi
·Bacaan 1 menit

Saham-saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat, dibuka lebih rendah pada perdagangan Selasa pagi waktu setempat setelah data penjualan ritel di negara itu meningkat, namun kurang dari yang diantisipasi pada Oktober.

Tak lama setelah bel pembukaan, Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 333,18 poin atau 1,11 persen menjadi 29.617,26. Indeks S&P 500 berkurang 25,82 poin, atau 0,71 persen menjadi 3.601,09 dan Indeks Komposit Nasdaq turun 28,96 poin atau 0,24 persen menjadi 11.895,17.

Baca juga: Wall Street didorong berita vaksin, S&P, Dow tutup di rekor tertinggi

Semua 11 sektor utama Indeks S&P 500 tergelincir dengan sektor energi turun 2,5 persen dalam perdagangan pagi, menjadi pemimpin penurunan.

Saham Tesla melonjak lebih dari 12 persen di tengah berita bahwa pembuat kendaraan listrik AS akan ditambahkan ke Indeks S&P 500 pada Desember.

Departemen Perdagangan melaporkan pada hari Selasa bahwa penjualan ritel AS meningkat 0,3 persen pada Oktober, menyusul kenaikan 1,6 persen yang direvisi turun pada September. Survei Bloomberg terhadap para ekonom memperkirakan penjualan ritel AS akan naik 0,5 persen pada bulan Oktober.

Baca juga: Saham Tokyo dibuka lebih tinggi menyusul kenaikan Wall Street

Pertumbuhan penjualan ritel yang lebih rendah dari perkiraan mengindikasikan bahwa konsumen AS menjadi lebih ragu-ragu di tengah meningkatnya infeksi COVID-19 baru di negara tersebut.

Menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins, Amerika Serikat, telah melaporkan total lebih dari 11,2 juta kasus COVID-19 dengan jumlah kematian melebihi 247.000.

Baca juga: Wall Street reli dengan S&P catat rekor penutupan tertinggi

Pada hari Senin, saham-saham di AS menguat dengan Indeks Dow dan Indeks S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi, didorong oleh berita yang menggembirakan tentang kandidat vaksin virus corona.