Wall Street dibuka turun, tertekan berlanjutnya volatilitas pasar

Ade P Marboen
·Bacaan 1 menit

Saham-saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat, dibuka lebih rendah pada perdagangan Kamis pagi waktu setempat, pada jalur penurunan tiga hari beruntun.

Tak lama setelah bel pembukaan, Indeks Dow Jones Industrial Average menurun 163,70 poin atau 0,50 persen menjadi 32.256,36. Indeks S&P 500 kehilangan 16,75 poin, atau 0,43 persen, menjadi 3.872,39 dan Indeks Komposit Nasdaq jatuh 80,24 poin atau 0,62 persen menjadi 12.881,65.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 turun pada perdagangan pagi, dengan sektor energi turun lebih dari dua persen, menjadi berkinerja buruk dibanding sektor lainnya. Sedangkan sektor layanan komunikasi naik 0,08 persen, menjadi satu-satunya kelompok yang meningkat.

"Pengambilan untung, kuadrat posisi, dan rotasi sektor terus berlanjut," kata Wakil Presiden Eksekutif dZacks Investment Research, Kevin Matras, dalam sebuah catatan pada Kamis.

Investor terus mencerna pernyataan Ketua Federal Reserve (Fed) AS Jerome Powell dan Menteri Keuangan (Menkeu) Janet Yellen saat keduanya bersaksi di Kongres pada hari Selasa dan Rabu.

Jerome Powell mengatakan pemulihan ekonomi AS "telah berkembang lebih cepat dari yang diperkirakan secara umum dan tampaknya akan menguat," tetapi memperingatkan bahwa pemulihan masih jauh dari selesai. Sementara Menkeu Yellen mengisyaratkan kenaikan pajak yang akan datang, terutama tarif pajak perusahaan yang lebih tinggi.

Di sisi data Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada hari Kamis bahwa klaim pengangguran awal AS, sebuah cara kasar untuk mengukur PHK, mencapai 684.000 dalam pekan yang berakhir 20 Maret, turun 97.000 dari level revisi minggu sebelumnya,. Angka tersebut lebih rendah dari perkiraan ekonom 735.000 dari survei yang dilakukan Dow Jones.