Wall Street ditutup naik tajam ditopang laba perusahaan yang kuat

Wall Street naik tajam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena lebih banyak perusahaan bergabung dengan bank-bank besar dalam melaporkan laba yang melampaui perkiraan, menawarkan kelonggaran kepada investor yang khawatir tentang inflasi lebih tinggi dan pengetatan Fed yang melemahkan laba perusahaan.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 754,44 poin atau 2,43 persen, menjadi ditutup di 31.827,05 poin. Indeks S&P 500 terangkat 105,84 poin atau 2,76 persen, menjadi berakhir di 3.936,69 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 353,10 poin atau 3,11 persen, menjadi ditutup di 11.713,15 poin.

S&P 500 naik 2,76 persen, penutupan tertinggi sejak 9 Juni. Komposit Nasdaq yang berbasis teknologi melonjak 3,11 persen, menandai persentase kenaikan satu hari terbesar sejak 24 Juni.

Saham Halliburton naik 2,1 persen setelah penyedia layanan ladang minyak itu membukukan kenaikan 41 persen dalam laba yang disesuaikan per kuartal. Toymaker Hasbro Inc menguat 0,7 persen setelah melaporkan laba kuartalan di atas ekspektasi.

Truist Financial Corp juga mengalahkan perkiraan pasar untuk laba kuartalan, membuat saham bank itu terangkat 2,6 persen.

"Laba datang lebih baik daripada ekspektasi yang lebih rendah," kata Paul Kim, CEO Simplify Asset Management di New York, dikutip dari Reuters.

"Jadi kami tidak melihat dampak dari kebijakan moneter yang lebih ketat dan inflasi yang berdampak pada pendapatan seperti yang ditakuti."

Saham Johnson & Johnson turun 1,5 persen, membalikkan kenaikan sebelumnya. Raksasa perawatan kesehatan itu melaporkan laba dan penjualan yang melebihi ekspektasi tetapi memangkas prospek labanya untuk tahun ini karena mata uang AS yang melonjak.

Dolar yang kuat juga membebani saham perusahaan perangkat keras dan layanan TI IBM Corp, yang mengalahkan ekspektasi pendapatan kuartalan pada Senin (18/7/2022) tetapi memperingatkan pukulan dari valas untuk tahun ini bisa sekitar 3,5 miliar dolar AS.

Dolar AS menandai penurunan hari ketiga berturut-turut karena pasar mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve 100 basis poin bulan ini.

Inflasi yang melonjak pada awalnya menyebabkan pasar memperkirakan kenaikan suku bunga 100 basis poin pada pertemuan Fed mendatang akhir bulan ini, sampai beberapa pembuat kebijakan mengisyaratkan kenaikan 75 basis poin.

"Gambaran makro tidak berubah," kata Kim. "Kami masih mengalami penurunan laba, tekanan inflasi yang tinggi dan pengetatan Fed. Jadi dalam jangka panjang, saya tidak berpikir reli semacam ini akan bertahan."

Di musim laporan keuangan ini, para analis memperkirakan agregat laba S&P 500 tahun-ke-tahun tumbuh 5,8 persen, turun dari perkiraan 6,8 persen pada awal kuartal, menurut data Refinitiv.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 10,95 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,76 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Baca juga: Saham Inggris untung hari ketiga, indeks FTSE 100 bertambah 73,04 poin
Baca juga: Saham Asia bergerak lebih rendah, ikuti penurunan di Wall Street
Baca juga: Wall Street ditutup jatuh di sesi fluktuatif terseret saham perbankan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel