Wall Street ditutup tertinggi baru dipicu harapan stimulus ekonomi

Faisal Yunianto
·Bacaan 3 menit

Wall Street mencapai level tertinggi baru pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), ketika muncul harapan lebih banyak stimulus dari Washington setelah Presiden terpilih AS Joe Biden mengatakan paket ekonominya akan mencapai triliunan dolar.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 56,84 poin atau 0,18 persen menjadi ditutup di 31.097,97 poin. Indeks S&P 500 naik 20,89 poin atau 0,55 persen, menjadi menetap di 3.824,68 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 134,50 poin atau 1,03 persen menjadi berakhir di 13.201,98 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan consumer discretionary terangkat 1,8 persen, melampaui sektor lainnya. Sementara itu, sektor material tergelincir 0,51 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.

Reli terbaru Dow, S&P 500 dan Nasdaq mengabaikan data pasar tenaga kerja pada pagi hari yang menunjukkan ekonomi AS kehilangan pekerjaan untuk pertama kalinya dalam delapan bulan pada Desember, ketika negara itu tertekuk di bawah serangan COVID-19.

Untuk minggu ini, S&P naik 1,83 persen, Dow bertambah 1,61 persen dan Nasdaq melonjak 2,43 persen.

Tetapi di akhir sesi, S&P mundur sedikit dari puncaknya yang terbaru menyusul laporan bahwa Senator Demokrat AS Joe Manchin menentang bantuan tunai langsung yang lebih besar sebelum menangani pandemi virus corona. Pernyataan tersebut meresahkan investor yang mengharapkan pembayaran stimulus lebih lanjut.

“Sungguh menakjubkan betapa sensitifnya kami terhadap perubahan sekecil apa pun tentang kapan dan seberapa besar stimulusnya,” kata Ed Moya, analis pasar senior di OANDA di New York.

"Saham akan mulai dihargakan dalam paket bantuan ekonomi yang lebih besar dari pemerintahan Biden," kata Moya. "Itu akan terus menjadi pendorong ekuitas."

Biden mengatakan paket ekonomi pemerintahannya juga akan mencakup asuransi pengangguran dan penangguhan pembayaran sewa. Paket tersebut akan diumumkan Kamis depan, katanya.

"Uang itu perlu dikeluarkan sekarang," kata Biden kepada wartawan. “Jawabannya adalah 'ya' itu akan menjadi triliunan dolar, satu paket.”

Data vaksin positif dan ekspektasi paket fiskal yang lebih besar dan pengeluaran infrastruktur di bawah Kongres AS yang dipimpin Demokrat telah mendorong S&P 500 di atas 3.800 poin untuk pertama kalinya, dan menetapkan ketiga indeks utama di jalur untuk kenaikan mingguan.

Demokrat ingin menyuntikkan banyak stimulus dan pengeluaran ke dalam ekonomi, yang dalam waktu dekat akan baik untuk pertumbuhan ekonomi, kata Ross Mayfield, analis strategi investasi, di Baird.

“Pasar senang dengan hasilnya,” ujarnya.

Beberapa analis Wall Street memperkirakan penurunan ekuitas dalam jangka pendek karena kegembiraan dari stimulus moneter dan fiskal yang belum pernah terjadi sebelumnya telah menyebabkan pasar "berbusa".

Tetapi dimulainya kembali belanja konsumen, bersama dengan penyetokan ulang inventaris bisnis karena pelonggaran pembatasan COVID-19, akan mengangkat aktivitas ekonomi pada 2021, kata Jeff Schulze, ahli strategi investasi di ClearBridge Investments dalam sebuah catatan.

Pelaku pasar melihat laporan bahwa Kongres Demokrat berencana untuk memperkenalkan artikel pemakzulan terhadap Presiden AS Donald Trump pada Senin (11/1/2021), setelah kerumunan pendukungnya menyerbu Capitol pada Rabu (6/1/2021).

Produsen mobil listrik Tesla Inc melonjak 7,8 persen, membawa kapitalisasi pasarnya menjadi lebih dari 800 miliar dolar AS untuk pertama kalinya. Tesla adalah peraih kenaikan persentase terbesar di S&P.

Saham Baidu yang tercatat di AS melonjak 15,6 persen karena rencana membentuk perusahaan untuk membuat kendaraan listrik pintar, menurut dua sumber yang mengetahui masalah tersebut. Baidu adalah peraih untung terbesar di Nasdaq 100.

Baca juga: Wall Street dibuka naik di tengah data pekerjaan di AS mengecewakan
Baca juga: Saham Tokyo dibuka lebih tinggi didorong penguatan Wall Street
Baca juga: Wall Street dibuka naik setelah Kongres mengesahkan kemenangan Biden