Wall Street jatuh, investor tunggu laporan laba emiten, data inflasi

Subagyo
·Bacaan 3 menit

Wall Street lebih rendah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), menghentikan reli pekan lalu yang mengirim indeks S&P 500 dan Dow ditutup di rekor tertinggi, saat investor menunggu petunjuk tentang perkembangan ekonomi lebih lanjut dari laporan keuangan perusahaan dan data inflasi pekan ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 55,20 poin atau 0,16 persen, menjadi ditutup di 33.745,40 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 0,81 poin atau 0,02 persen, menjadi berakhir di 4.127,99 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 50,19 poin atau 0,36 persen, menjadi menetap di 13.850,00 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor consumer discretionary terdongkrak 0,56 persen, memimpin kenaikan. Sementara itu, sektor energi tergelincir 0,94 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.

Indeks telah ditutup pada rekor tertinggi pada Jumat (9/4/2021), setelah reli selama berhari-hari karena kemunduran dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun dari tertinggi 14 bulan.

Dengan data harga konsumen AS untuk Maret yang akan dipublikasikan Selasa waktu setempat, ini dapat mendorong imbal hasil obligasi pemerintah lebih tinggi. Nama-nama besar Wall Street akan memulai musim laporan keuangan pada Rabu (14/4/2021), memberikan katalis baru untuk membeli atau menjual saham di pasar tertinggi.


Baca juga: Wall dibuka turun, S&P dan Dow Jones tergelincir dari rekor tertinggi


"Investor sekarang akan mencermati musim laba, karena ini adalah waktu di mana mereka mengharapkan petunjuk dari perusahaan-perusahaan, di mana valuasi mulai menjadi masalah lagi," kata Ed Moya, analis pasar senior di OANDA.

“Ada kegelisahan yang akan kita lihat bahwa kita tidak bisa begitu saja membeli semuanya, karena itulah perdagangan selama beberapa bulan terakhir.”

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pada Minggu (11/4/2021) bahwa ekonomi AS berada pada "titik perubahan" dengan ekspektasi untuk pertumbuhan yang lebih cepat di bulan-bulan mendatang, tetapi ia memperingatkan bahwa pembukaan kembali yang tergesa-gesa dapat menyebabkan peningkatan lanjutan dalam kasus virus corona.

Laba emiten S&P 500 diperkirakan telah melonjak 25 persen pada kuartal pertama dari setahun lalu, menurut data IBES Refinitiv. Itu akan menjadi keuntungan kuartalan terbesar sejak 2018, ketika pemotongan pajak di bawah mantan Presiden Donald Trump mendorong pertumbuhan laba.

Bank-bank termasuk yang pertama melaporkan keuangan untuk kuartal pembukaan 2021, dengan Goldman Sachs, JPMorgan dan Wells Fargo akan merilis pada Rabu (14/4/2021).

Indeks sektor keuangan dan consumer discretionary sama-sama mencapai rekor tertinggi pada Senin (12/4/2021), di tengah kepercayaan di kedua area tersebut saat ekonomi AS dibuka kembali.


Baca juga: Wall Street lanjutkan reli, Dow Jones dan S&P capai rekor tertinggi


“Optimisme membaik sekarang karena bank-bank ini akan kembali normal, dengan pembelian kembali saham dan dividen, dan karena prospek imbal hasil obligasi pemerintah, mereka akan memiliki prospek yang lebih baik ke depan,” kata Moya dari OANDA.

Tesla Inc naik 3,7 persen setelah Canaccord Genuity meningkatkan saham pembuat mobil listrik itu menjadi "beli", dengan mengatakan perusahaan itu bisa menjadi "merek" dalam penyimpanan energi.

Nvidia Corp melonjak 5,6 persen setelah pada Senin (12/4/2021) mengatakan akan membuat chip prosesor server yang secara langsung akan menantang Intel Corp. Pembuat chip itu juga menandai penjualan kuartal pertama di atas proyeksinya.

Saham Nuance Communications Inc melambung 16 persen setelah Microsoft Corp mengatakan akan membeli perusahaan kecerdasan buatan dan teknologi ucapan itu seharga 19,7 miliar dolar AS.


Baca juga: Wall Street dibuka bervariasi di tengah naiknya imbal obligasi AS

Baca juga: Wall Street terangkat saham teknologi, S&P ditutup direkor tertinggi