Wall Street Kembali Menguat di Tengah Laporan Pengangguran Cetak Rekor

Liputan6.com, Jakarta Wall Street kembali menguat untuk hari ketiga berturut-turut. Pasar saham menghijau dipicu investor yang mengabaikan laporan tentang jumlah pengangguran yang memecahkan rekor. sementara Senat mengeluarkan RUU stimulus ekonomi besar-besaran di tengah wabah Virus Corona atau Covid-19.

Melansir laman CNBC, Jumat (27/3/2020), indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1.351,62 poin, atau 6,4 persen menjadi 22.552,17. Dow mengakhiri lonjakan tiga hari terbesar sejak 1931. Selama tiga hari terakhir, Dow naik lebih dari 20 persen.

Indeks S&P 500 juga membukukan kemenangan beruntun selama tiga hari, naik 6,2 persen menjadi 2.630,07. Nasdaq Composite naik 5,6 persen menjadi 7.797,54 karena Facebook, Amazon, Apple, Netflix, dan Google-parent Alphabet semuanya melonjak lebih dari 4 persen.

Saham Boeing, Chevron, dan Walgreens ikut mendorong kenaikan Dow, dengan masing-masing saham naik lebih dari 10 persen. Utilitas dan real estat adalah sektor berkinerja terbaik pada indeks S&P 500, keduanya ditutup naik lebih dari 7 persen.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim tunjangan pengangguran telah melonjak menjadi 3,28 juta pada minggu lalu. Ini merupakan rekor baru. Angka itu melampaui angka saat puncak Resesi Hebat yang mencapai 665.000 dan rekor sepanjang masa pada Oktober 1982 sebanyak 695.000.

Namun, angka itu masih lebih baik daripada perkiraan paling mengerikan di Wall Street. Citi, misalnya, memperkirakan lonjakan pengangguran bisa mencapai 4 juta.

"Kita semua tahu rasa sakit yang dirasakan dan kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh virus ini, tetapi karena kita begitu dekat untuk melewati yang terburuk dari penyebaran, kita perlu mulai menjadi kreatif tentang seperti apa memulai," tulis Peter Boockvar, Kepala Investasi di Bleakley Advisory Group.

 

Stimulus

Ekspresi spesialis Michael Pistillo (kanan) saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2020) sore waktu setempat setelah WHO menyebut virus corona COVID-19 sebagai pandemi. (AP Photo/Richard Drew)

Senat AS dengan suara bulat menyetujui paket bantuan ekonomi USD 2 triliun dalam upaya meredam pukulan dari wabah coronavirus. RUU stimulus sekarang berada di DPR.

"RUU itu termasuk cek stimulus yang akan dikirim kepada orang-orang dalam waktu tiga minggu," ujar Menteri Keuangan Steven Mnuchin.

Federal Reserve juga telah melangkah untuk menopang perekonomian. Antara lain, bank sentral telah memangkas suku bunga mendekati nol dan mengumumkan program pelonggaran kuantitatif yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan tidak akan "kehabisan amunisi" untuk menjaga stabilitas ekonomi. "Kami masih memiliki ruang kebijakan di dimensi lain untuk mendukung perekonomian," kata Powell.

Dia mengatakan jika pihaknya mencoba membuat jembatan dari penguatan ekonomi ke tempat lain yang memiliki kekuatan ekonomi.

Keuntungan pada perdagangan Kamis mengikuti kemenangan beruntun selama dua hari pertama sejak Februari, bagi indeks S&P 500 dan Dow.

Keuntungan hari Rabu memperpanjang reli bersejarah yang terjadi pada Selasa, yang membuat Dow mencatat hari perdagangan terbaiknya sejak 1933 dan mencatat kenaikan satu hari terbesar dalam sejarah.

Perdagangan pada Selasa juga menjadi hari terbaik baik indeks S&P 500 sejak 2008. Saham masih memiliki banyak alasan untuk menguat sebelum kembali ke rekor tertinggi.