Wall Street Kompak Menguat, Indeks Nasdaq dan S&P 500 Sentuh Rekor Tertinggi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Selasa, 24 Agustus 2021. Wall street melanjutkan penguatan setelah regulator Amerika Serikat memberikan persetujuan penuh untuk vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones naik 30,55 poin atau kurang dari 0,1 persen menjadi 35.366,26. Indeks S&P 500 menanjak 0,1 persen ke posisi 4.486,23. Indeks Nasdaq bertambah 0,5 persen menjadi 15.019,80, dan menyentuh posisi level tertinggi baru.

Saham China memimpin sehingga mendorong kenaikan indeks Nasdaq seiring investor semakin mendapatkan kejelasan tentang prospek aturan China.

Investor pun membeli saham-saham yang terpukul belakangan ini karena isu aturan tersebut. Saham Pinduodo melonjak 22,2 persen, saham JD.com menanjak 14,4 persen, saham Tencent Music Entertainment naik 12,7 persen dan Baidu mendaki 8,6 persen.

“Ada tindak lanjut dari pembelian saham China setelah beberapa perusahaan mengulangi pembelian saham tetapi masih belum mengetahui apakah ada lebih banyak tekanan yang akan datang pada tindakan keras pemerintah lebih lanjut pada sektor ini,” ujar Managing Partner Harris Financial Group, Jamie Cox, dilansir dari CNBC, Rabu (25/8/2021).

Pada Selasa sore, Pimpinan Komisi Sekuritas dan Bursa AS Gary Gensler menuturkan, agensi akan menuntut perusahaan-perusahaan China yang memperdagangkan saham di bursa AS mengungkapkan risiko politik dan peraturan kepada investor.

Hal ini tambahan dari syarat yang baru-baru ini diberlakukan bagi perusahaan yang menggelar penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gerak Saham di Wall Street

Steven Kaplan (tengah) saat bekerja dengan sesama pialang di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok karena investor menunggu langkah agresif pemerintah AS atas kejatuhan ekonomi akibat virus corona COVID-19. (AP Photo/Richard Drew)
Steven Kaplan (tengah) saat bekerja dengan sesama pialang di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok karena investor menunggu langkah agresif pemerintah AS atas kejatuhan ekonomi akibat virus corona COVID-19. (AP Photo/Richard Drew)

Perusahaan dapat mulai memasukkan keterbukaan dalam laporan tahunan pada awal tahun depan. Saham produsen vaksin melemah pada perdagangan Selasa, 24 Agustus 2021.

Saham Pfizer dan BioNTech susut lebih dari tiga persen. Saham Moderna turun 4,1 persen dan Trilium Therapeutics melonjak sekitar 180 persen pada sesi sebelumnya di tengah berita akan diakuisisi Pfizer ditutup melemah 0,6 persen.

Saham perjalanan memperpanjang reli pada awal pekan ini dengan beberapa saham maskapai dan kapal pesiar naik pada perdagangan Selasa waktu setempat. Saham operator kasino Las Vegas Sands dan Wynn Resorts naik tujuh persen setelah Makau melonggarkan pembatasan perjalanan dengan peningkatan prospek kasus COVID-19 di Guangdong, China.

“Pasar tampaknya percaya wabah COVID-19 terbaru telah mencapai puncaknya, dan itu hal yang baik,” ujar Cox.

Ia menambahkan, meski pun beberapa data bandara menunjukkan lalu lintas sedikit bergulir, setiap perubahan pada lintasan varian delta akan membuat kembali data itu meroket.

Di sisi lain, saham Best Buy naik 8,3 persen setelah perseroan mencatat kinerja yang mengalahkan perkiraan pada kuartal II 2021.

Cermati Pertemuan Jackson Hole

Pasar Saham AS atau Wall Street.Unsplash/Aditya Vyas
Pasar Saham AS atau Wall Street.Unsplash/Aditya Vyas

Musim laporan keuangan pada kuartal II 2021 mereda dengan lebih dari 90 persen perusahaan S&P 500 melaporkan hasil kinerja. Perusahaan masuk S&P 500 mencatat pendapatan tumbuh 94,7 persen yoy, berdasarkan data Refinitiv.

Adapun pasar relatif sepi seiring investor menunggu symposium Jackson Hole akhir pekan ini. Namun, saham meme melonjak dengan GameStop reli 27,5 persen dan AMC melonjak 20,3 persen.

Investor mengamati acara tahunan bank sentral the Federal Reserve di Jackson Hole, Wyo akhir pekan ini. Investor akan mencermati apakah bank sentral akan merinci rencana untuk mengurangi stimulus moneter. The Fed telah memulai diskusi untuk kurangi bertahap pembelian obligasi senilai USD 120 miliar pada akhir tahun ini.

The Summit akan berlangsung pada Kamis, dan Ketua the Fed Jerome Powell akan memberikan pidato pada Jumat pekan ini.

“The Fed mungkin membuat pengumuman taper pada September atau November, tetapi mungkin tapering akan melambat tanpa komitmen kenaikan suku bunga,” ujar Analis Senior Oanda, Edward Moya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel