Wall Street Kompak Menguat, Investor Optimistis terhadap Pertumbuhan Ekonomi AS

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street kompak menguat pada perdagangan Rabu, 15 September 2021. Indeks Dow Jones naik setelah alami serangkaian sesi perdagangan yang negatif pada September 2021.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones naik 236,82 atau hampir 0,7 persen menjadi 34.814,39. Indeks S&P 500 naik 0,8 persen menjadi 4.480,70. Indeks Nasdaq menanjak 0,8 persen menjadi 15.161,53.

"Meski ada kekhawatiran tentang penurunan baru-baru ini dalam momentum siklus ekonomi dan bisnis, kami tetap yakin pertumbuhan yang kuat ada di depan dan aktivitas akan kembali meningkat,” ujar Strategist JPMorgan, Dubravko Lakos-Bujas, dilansir dari CNBC, Kamis (16/9/2021).

Ia menuturkan, pihaknya tetap positif pada prospek saham. Ia berharap indeks S&P 500 dapat mencapai 4.700 pada akhir 2021 dan melampaui 5.000 pada 2022 dengan pendapatan yang lebih baik dari yang diharapkan.

Sejumlah berita ekonomi yang positif yang dirilis sebelum bel perdagangan Rabu pekan ini membantu menstabilkan sentimen investor. Indeks the Fed, yang mengukur manufaktur di kawasan itu berada di 34,3 pada September 2021. Hal ini jauh di perkiraan konsensus berada di kisaran 18, dari Facset. Ini menandai percepatan dari Agustus 2021.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gerak Saham di Wall Street

Steven Kaplan (tengah) saat bekerja dengan sesama pialang di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok karena investor menunggu langkah agresif pemerintah AS atas kejatuhan ekonomi akibat virus corona COVID-19. (AP Photo/Richard Drew)
Steven Kaplan (tengah) saat bekerja dengan sesama pialang di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok karena investor menunggu langkah agresif pemerintah AS atas kejatuhan ekonomi akibat virus corona COVID-19. (AP Photo/Richard Drew)

Saham energi yang telah menjadi taruhan popular di kalangan investor mengandalkan pemulihan ekonomi besar, cenderung menguat. Hal ini seiring harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik. ETF sektor energi menguat hampir 3,7 persen. Saham Exxon bertambah 3,3 persen.

Imbal hasil obligasi AS membantu mengangkat saham bank dengan Citigroup naik 2,4 persen. Saham Morgan Stanley menanjak 1,1 persen. Suku bunga lebih tinggi biasanya dongkrak keuntungan bank.

Nama-nama industri yang terkait erat dengan pemulihan ekonomi juga naik. Hal ini menyusul saham General Electric dan Caterpillar melambung.

Saham Microsoft naik 1,6 persen setelah umumkan kenaikan dividen dan program pembelian kembali saham senilai USD 60 miliar. Saham Kasino seperti Las Vegas Sands dan Wynn Resorts kembali diperdagangkan di zona merah pada Rabu pekan ini.

Saham-saham yang besar mendapatkan pukulan ketika pemerintah Makau berupaya meningkatkan pengawasan peraturan atas kasino dan otoritas kesehatan China melaporkan pandemi COVID-19.

Pasar telah berada dalam kegalauan sepanjang September di tengah meningkatnya kekhawatiran investor tentang varian delta yang menggagalkan pemulihan ekonomi. Hal ini juga diikuti tindakan selanjutnya yang dilakukan the Federal Reserve.

Wall Street pada September 2021

Spesialis Michael Mara (kiri) dan Stephen Naughton berunding saat bekerja di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2020) sore waktu setempat setelah WHO menyebut virus corona COVID-19 sebagai pandemi. (AP Photo/Richard Drew)
Spesialis Michael Mara (kiri) dan Stephen Naughton berunding saat bekerja di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2020) sore waktu setempat setelah WHO menyebut virus corona COVID-19 sebagai pandemi. (AP Photo/Richard Drew)

September secara historis menunjukkan bulan yang alami koreksi bagi pasar. Rata-rata mengalami penurunan 0,56 persen dalam sebulan sejak 1945, berdasarkan CFRA. Setelah delapan bulan kenaikan berturut-turut, ahli strategi mengatakan kemunduran bisa segera terjadi.

Pada September 2021, indeks Dow Jones turun 1,5 persen dan indeks S&P 500 susut 0,9 persen. Indeks S&P 500 berada di jalur untuk kinerja bulanan terburuk sejak Januari 2021.

Indeks S&P 500 terus menguat sepanjang 2021, turun di bawah rata-rata pergerakan 50 hari hanya sekali berdasarkan Fundstrat. Chief Investment Officer Morgan Stanley Mike Wilson menuturkan, hal itu baru permulaan.

“Transisi pertengahan siklus selalu berakhir dengan koreksi pada indeks,” ujar dia.

Ia menambahkan, rata-rata pergerakan 50 harian bertahan sepanjang 2021, sehingga pola yang biasanya dilihat pada bagian fase pemulihan ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel