Wall Street menguat, S&P dan Nasdaq capai rekor penutupan tertinggi

·Bacaan 3 menit

Bursa saham Wall Street menguat pada penutupan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor penutupan sebagian berkat keuntungan Apple dan Amazon.

Sementara hasil kuat dari perusahaan termasuk Caterpillar dan Merck membantu meredakan kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi mengurangi keuntungan.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 239,79 poin atau 0,68 persen menjadi menetap di 35.730,48 poin. Indeks S&P 500 menguat 44,74 poin atau 0,98 persen, menjadi berakhir di 4.596,42 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup melonjak 212,28 poin atau 1,39 persen, menjadi 15.448,12 poin.

Semua 11 sektor utama S&P berakhir di zona hijau, dengan sektor real estat, konsumen, dan industri memimpin kenaikan.

Saham kelas berat Tesla Inc, berakhir melonjak 3,8 persen, dan Apple Inc terangkat 2,5 persen, mendorong Nasdaq dan membantu mendorong indeks ke rekor intraday setelah S&P 500 dan Dow mencapai puncak baru awal pekan ini.

Namun, setelah ditutup naik 1,6 persen, saham Amazon.com Inc anjlok 3,0 persen dalam perdagangan yang diperpanjang ketika memperkirakan penjualan kuartal liburan jauh di bawah ekspektasi Wall Street, karena kekurangan tenaga kerja dan pasokan mempersulit pengecer untuk menjaga persediaan.

Caterpillar Inc menutup sesi dengan melonjak 4,0 persen setelah melaporkan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan di tengah kenaikan harga-harga komoditas, sementara perkiraan bullish dari produsen obat Merck & Co Inc mendorong sahamnya melambung 6,0 persen.

Investor juga mengamati Washington di mana Presiden Joe Biden mengatakan dia telah mendapatkan kerangka kerja baru senilai 1,75 triliun dolar AS untuk pengeluaran ekonomi dan perubahan iklim.

“Laporan keuangan terus menjadi sangat baik,” kata Bill Stone, kepala investasi di Glenview Trust Co di Louisville, Kentucky, yang juga mencatat bahwa kerangka kerja Biden, jika berhasil, tidak akan meningkatkan pajak perusahaan seperti yang sebelumnya dikhawatirkan investor.

"Di bawah permukaan, itu positif untuk perolehan laba perusahaan ke depan," kata Stone.

Laporan keuangan emiten yang kuat juga membantu mengimbangi laporan dari Departemen Perdagangan yang menunjukkan ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan 2,0 persen pada kuartal ketiga karena infeksi COVID-19 berkobar, di bawah perkiraan 2,7 persen, sementara kumpulan data lain menunjukkan lebih sedikit orang Amerika. mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran pekan lalu karena pasar tenaga kerja perlahan membaik.

“Jelas kami melihat sejumlah besar data ekonomi makro yang telah datang selama pertengahan musim pelaporan keuangan kuartal ketiga dan Anda melihat sedikit tarik ulur yang ada antara data ekonomi makro yang tampaknya agak lebih lemah pada margin dan kinerja perusahaan yang terbukti lebih baik dari ekspektasi,” kata Bill Northey, direktur investasi senior di US Bank Wealth Management di Minneapolis.

Laporan keuangan perusahaan telah membantu kemajuan dalam indeks acuan S&P dalam 10 dari 12 sesi sebelumnya, dengan analis sekarang memperkirakan keuntungan untuk perusahaan S&P 500 tumbuh 38,6 persen tahun-ke-tahun di kuartal ketiga.

Dari 244 perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan kinerja keuangannya pada Kamis (28/10/2021) pagi, 82 persen telah melampaui perkiraan.

Namun saham EBay Inc berakhir anjlok 6,8% setelah perusahaan e-commerce itu memperkirakan pendapatan kuartal liburan yang suram.

Di bursa AS, 11,05 miliar saham berpindah tangan dibandingkan dengan rata-rata pergerakan 10,34 miliar selama 20 sesi terakhir.

Baca juga: Wall St beragam, saham siklikal tekan S&P 500, Nasdaq cenderung datar
Baca juga: Wall Street menguat, indeks Dow dan S&P 500 ditutup di tertinggi baru
Baca juga: Saham Asia naik tipis didukung Wall Street, China batasi kenaikan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel