Wall Street Merosot Tersengat Sentimen The Fed hingga Ledakan Bom di Afghanistan

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan Kamis, 26 Agustus 2021. Indeks S&P 500 merosot dari rekor tertinggi seiring investor menunggu rincian lebih lanjut tentang rencana the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral AS untuk menarik kembali stimulus moneter dari symposium tahunan bank sentral AS pada Jumat pekan ini.

Trader juga mengamati perkembangan baru di Afghanistan sehingga menambah sentimen di wall street. Pentagon konfirmasi 12 anggota layanan AS meninggal dunia dan 15 terluka setelah dua ledakan di luar bandara Kabul pada Kamis pekan ini.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 192,38 poin atau 0,5 persen menjadi 35.213,12. Indeks S&P 500 susut 0,5 persen menjadi 4.470. Indeks Nasdaq merosot 0,6 persen menjadi 14.945,81.

Baik indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup ke rekor tertinggi dengan indeks S&P 500 sentuh posisi di atas 4.500 untuk pertama kali pada penutupan perdagangan Rabu, 25 Agustus 2021. Demikian mengutip dari laman CNBC, Jumat, (27/8/2021).

Saham energi termasuk paling terpukul dengan Diamondback Energy dan Occidental Petroleum turun 2,5 persen. APA Corp melemah 2,4 persen dan Halliburton turun 1,9 persen. Royal Caribbean susut 3,1 persen.

Sementara itu, saham Carnical tergelincir 2,6 persen dan Norwegian susut 2,7 persen. Saham maskapai melemah lebih dari satu persen.

Data ekonomi yang beragam tidak banyak mengubah suasana pasar. Klaim pengangguran AS awal mingguan tercatat 353.000. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan data tersebut sedikit meningkat dari 349.000 minggu sebelumnya dan lebih dari yang diperkirakan para ekonom.

Pertumbunan ekonomi mencapai 6,6 persen pada kuartal II, berdasarkan rilis dari Departemen Perdagangan AS. Pertumbuhan ekonomi itu sedikit revisi ke atas dari kenaikan tahunan 6,5 persen dari yang dilaporkan sebelumnya. Namun, sedikit lebih rendah dari perkiraan indeks Dow Jones sebesar 6,7 persen.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Menantikan Simposium Jackson Hole

Pasar Saham AS atau Wall Street.Unsplash/Aditya Vyas
Pasar Saham AS atau Wall Street.Unsplash/Aditya Vyas

Simposium Jackson Hole yang sangat dinanti-nantikan dari the Fed akan diadakan Jumat pekan ini dengan banyak pembicara dari bank sentral membuat pernyataan kepada media.

Pada acara tersebut, para gubernur bank sentral dapat memberikan pembaruan tentang rencana mereka seputar pengurangan pembelian obligasi bulanan the Fed.

Presiden of the Kansas City Fed, Esther George menuturkan, kemajuan yang telah dilihat membuat pengurangan stimulus the Fed adalah tepat. Namun, George tidak menentukan kapan itu harus dimulai.

“Ketika Anda melihat peningkatan pekerjaan yang kami lihat bulan lalu, bulan sebelumnya, Anda melihat tingkat inflasi saat ini, saya pikir itu akan menunjukkan tingkat akomodasi yang kami sediakan saat ini mungkin tidak diperlukan dalam skenario ini,” ujar dia dikutip dari CNBC, Jumat (27/8/2021).

Ia menuturkan, pihaknya akan siap untuk berbicara tentang tapering lebih cepat dari pada nanti. Sementara itu, Presiden the Fed St Louis, James Bullard mengatakan, bank sentral harus segera memulai upaya tersebut dan menyelesaikannya pada akhir Maret untuk mencegah ekonomi Amerika Serikat dari overheating.

“Saya pikir kami ingin melakukan taper. Selesaikan tapering pada akhir kuartal pertama tahun depan,” ujar dia kepada CNBC.

Ia menambahkan, pihaknya dapat evaluasi situasinya dan akan melihat pada saat itu, apakah inflasi telah berkurang. “Dan jika itu masalahnya, kami akan berada dalam kondisi yang sangat baik. Jika tidak dimoderasi, kita harus lebih agresif menahan inflasi,” tutur dia.

Gerak Saham di Wall Street

(Foto: Ilustrasi wall street, Dok Unsplash/Sophie Backes)
(Foto: Ilustrasi wall street, Dok Unsplash/Sophie Backes)

Saham Salesforce memimpin indeks Dow Jones dengan naik 2,6 persen. Hal ini didukung kinerja keuangan perseroan pada pendapatan kuartal II dan panduan ke depan yang melebihi perkiraan analis. Saham perusahaan cloud lainnya NetApp naik 4,7 persen.

Saham Dollar Tree dan Dollar General masing-masing turun 12 persen dan 3,7 persen setelah melaporkan hasil kuartalan. Saham Abercrombie dan Fitch anjlok 10,3 persen karena kendala rantai pasokan dan penundaan kembali ke sekolah menganggu penjualan.

Di sisi lain, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun mencapai level tertinggi 1,375 persen pada Kamis pekan ini. Hal ini seiring komentar hawkish dari pejabat the Fed. Kemudian imbal hasil kembali ke 1,344 persen pada perdagangan Kamis sore.

“Yield obligasi treasury 10 tahun terus meningkat dalam beberapa hari terakhir dan sentuh rekor tertinggi pada perdagangan, mengirimkan pesan kuat varian delta COVID-19 mungkin memuncak di Amerika Serikat," ujar Chief Investment Strategist Leuthold Group Jim Paulsen.

Ia menambahkan, hal itu yang seharusnya meningkatkan kepercayaan, memulai kembali pembukaan ekonomi dan mendorong arus investasi menuju emiten kapitalisasi kecil dan siklus.

Ketua the Federal Reserve Jerome Powell dijadwalkan untuk membuat pernyataan pada Jumat pekan ini sebagai bagian dari pertemuan puncak bank sentral. The Fed telah membeli setidaknya USD 120 miliar obligasi per bulan untuk meningkatkan ekonomi sebagai reaksi terhadap ekonomi.

“Berharap investor untuk mengawasi simposium the Fed pada akhir pekan ini untuk komentar tentang pengurangan atau waktu untuk kenaikan suku bunga,” ujar dia.

Ia menambahkan, baik komentar tak terduga dari the Fed atau kegagalan atau keberhasilan dalam skala 4.500 dapat membawa volatilitas tambahan ke pasar saham dan obligasi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel