Wall Street Merosot Terseret Tekanan Saham Teknologi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan Kamis, 3 Juni 2021 didorong saham teknologi dan konsumen.

Akan tetapi, saham siklikal mengangkat indeks Dow Jones dari level terendah sehingga dekati posisi mendatar. Sementara itu, data pasar tenaga kerja AS yang lebih baik dari perkiraan membantu mendukung sentimen wall street.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 23,24 poin atau kurang dari 0,1 persen ke posisi 34.577.04 setelah merosot 265 poin pada sesi terendah. Indeks S&P 500 susut 0,4 persen menjadi 4.192,85. Indeks Nasdaq susut 1 persen menjadi 13.614,51.

Indeks S&P 500 sekitar satu persen dari posisi tertinggi sepanjang masa yang dicapai awal bulan lalu. Akan tetapi, indeks acuan tersebut terjebak di level ini sekitar dua minggu terakhir. Indeks S&P 500 naik 11 persen pada 2021.

Saham Merck dan Dow Inc mencatat kinerja terbaik dalam indeks acuan. Dua saham tersebut naik lebih dari dua persen. Sektor bahan pokok dan utilitas konsumen catat kenaikan terbesar di antara 11 sektor saham S&P 500.

Sektor konsumen dan teknologi membebani pasar yang lebih luas masing-masing turun 1,2 persen dan 0,9 persen di wall street.

Saham General Motors naik hampir 6,4 persen. Hal ini setelah manajemen mengharapkan hasil paruh pertama 2021 menjadi jauh lebih baik daripada panduan sebelumnya.

Mencermati Data Pekerjaan AS

Ekspresi spesialis David Haubner (kanan) saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok karena investor menunggu langkah agresif pemerintah AS atas kejatuhan ekonomi akibat virus corona COVID-19. (AP Photo/Richard Drew)
Ekspresi spesialis David Haubner (kanan) saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok karena investor menunggu langkah agresif pemerintah AS atas kejatuhan ekonomi akibat virus corona COVID-19. (AP Photo/Richard Drew)

Di sisi lain, data pertumbuhan pekerjaan swasta pada Mei berada di laju tercepat dalam hampir satu tahun. Ini karena perusahaan mempekerjakan hampir satu juta pekerja, menurut laporan dari perusahaan yang memproses gaji ADP.

Total perekrutan mencapai 978.000 pada Mei 2021, merupakan lompatan besar dari posisi 654.000 pada April. Jumlah perekrutan tersebut juga kenaikan terbesar sejak Juni 2020, hal tersebut berdasarkan ekonom yang disurvei oleh Dow Jones yang mencapai 680.000.

Sementara itu, klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran mencapai 385.000. Klaim tersebut untuk pekan yang berakhir 29 Mei 2021. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan perkiraan Dow Jones sebesar 393.000. Ini menandai pertama kalinya klaim pengangguran turun di bawah 400.000 sejak awal pandemi COVID-19.

"Dengan ADP yang melompat, klaim pengangguran di bawah 400.000 selama pandemi, semua mata akan tertuju pada gambaran pekerjaan lebih besar besok,” ujar Direktur Pelaksana E-Trade, Mike Loewengart dilansir dari CNBC, Jumat (4/6/2021).

Ia menambahkan, dengan semua sistem bekerja untuk data pekerjaan, ekonomi menunjukkan beberapa tanda sangat nyata bukan hanya kembali tetapi catatkan ekspansi.

Adapun pasar mungkin tertahan sebelum rilis laporan pekerjaan pada Jumat pekan ini. Diperkirakan data penggajian sektor non pertanian bertambah 671.000 pada Mei 2021, menurut ekonom yang disurvei oleh Dow Jones. Sebelumnya data ekonomi itu tercatat 266.000 pekerjaan pada April 2021.

Saham AMC Jadi Perhatian

Ekspresi spesialis Michael Pistillo (kanan) saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2020) sore waktu setempat setelah WHO menyebut virus corona COVID-19 sebagai pandemi. (AP Photo/Richard Drew)
Ekspresi spesialis Michael Pistillo (kanan) saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2020) sore waktu setempat setelah WHO menyebut virus corona COVID-19 sebagai pandemi. (AP Photo/Richard Drew)

Investor juga terus memancau saham meme yang bergerak liar terutama jaringan teater AMC Entertainment. Saham AMC turun 30 persen setelah naik dua kali lipat pada sesi sebelumnya.

Saham AMC memangkas kerugian setelah jaringan bioskop tersebut mengatakan menyelesaikan penawaran saham yang dluncurkan beberapa jam lalu mengumpulkan USD 587 juta. Saham AMC pun turun 18 persen.

Saham meme lainnya juga berada di bawah tekanan pada Kamis pekan ini. Saham Bed Bath and Beyond turun lebih dari 27 persen. Saham SoFi Social ETF yang melacak 50 saham terdaftar di Amerika Serikat paling banyak dipegang platform pialang ritel SoFi turun lebih dari enam persen.

Mengingatkan pada apa yang terjadi awal 2021, trader ritel yang berkumpul bersama di Reddit memicu tekanan pendek di AMC pada awal pekan ini. Pada Rabu, taruhan short sell terhadap saham mendorong kehilangan dana USD 2,8 miliar karena saham melonjak berdasarkan S3 Partners. Pelaku pasar yang lakukan short selling terpaksa membeli saham untuk memangkas kerugiannya karena saham terus reli.

Pada awal 2021, gelembung saham meme di GameStop sedikit membebani pasar karena investor khawatir terlalu banyak aktivitas spekulatif di pasar saham.

Hal ini karena kerugian dalam taruhan hedge fund terhadap saham meningkat. Kekhawatiran meningkatlantaranya mundurnya pengambilan risiko di wall street yang dapat memukul pasar secara keseluruhan. Lonjakan terbaru saham AMC tampaknya tidak menyebabkan kekhawatiran serupa sejauh ini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel