Wall Street naik tipis, didukung kesepakatan Brexit, harapan stimulus

Budi Suyanto
·Bacaan 2 menit

Wall Street sedikit lebih tinggi dalam sesi yang dipersingkat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), ketika investor menuju libur akhir pekan panjang Natal, yang didukung harapan stimulus, kesepakatan Brexit, dan peluncuran vaksin yang sedang berlangsung.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 70,04 poin atau 0,23 persen menjadi ditutup pada 30.199,87 poin. Indeks S&P 500 naik 13,05 poin atau 0,35 persen, menjadi berakhir di 3.703,06 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup menguat 33,62 poin atau 0,26 persen menjadi 12.804,73 poin.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir dalam zona hijau, dengan real estat dan teknologi masing-masing terkerek 0,84 persen dan 0,75 persen, melampaui sektor sisanya. Energi tergelincir 0,63 persen, satu-satunya kelompok yang menurun.

Volume perdagangan relatif tipis karena Wall Street bersiap menyambut Natal.

Baca juga: Wall Street dibuka sedikit lebih tinggi pada malam Natal

Investor terus mencari petunjuk mengenai stimulus fiskal AS ketika Presiden Donald Trump pada Selasa (22/12/2020) mengecam anggota parlemen atas paket bantuan COVID-19 senilai 900 miliar dolar AS yang baru disetujui, mengancam untuk tidak menandatangani RUU jika perubahan tidak dilakukan untuk meningkatkan jumlah bantuan langsung tunai.

Sementara saham cenderung berkinerja baik pada hari-hari penutupan Desember, sebuah fenomena yang dikenal sebagai reli Santa Claus, pandemi yang bangkit kembali dan pemilihan Senat yang akan datang di Georgia telah mengaburkan prospek tahun ini.

Dewan Perwakilan Rakyat AS memblokir upaya Presiden Donald Trump untuk mengubah paket bantuan virus corona dan pengeluaran pemerintah senilai 2,3 triliun dolar AS, setelah Trump bersikeras untuk melakukan pembayaran bantuan tunai langsung sebesar 2.000 dolar AS kepada warga Amerika.

Langkah tersebut menimbulkan keraguan apakah paket yang disahkan oleh Kongres pada Senin (21/12/2020) akan ditandatangani menjadi undang-undang dan meningkatkan ancaman penutupan sebagian pemerintah.

Baca juga: Wall Street beragam, investor bertaruh tentang pemulihan, Nasdaq turun

“Jika (stimulus) tidak disahkan dalam beberapa bentuk atau lainnya, itu bisa berarti konsekuensi yang parah bagi pengangguran,” kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities di New York seperti dikutip Reuters.

Sementara itu, Inggris mencapai kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa setelah berbulan-bulan negosiasi, hanya beberapa hari sebelum meninggalkan salah satu blok perdagangan terbesar di dunia.

"(Kesepakatan Brexit) mungkin bertindak sebagai penyangga pasar dalam arti menangkal negativitas RUU stimulus yang terhenti," tambah Cardillo.

Lebih dari satu juta orang Amerika sekarang telah divaksinasi terhadap COVID-19 bahkan ketika pandemi terus mengamuk di Amerika Serikat dan para pemimpin politik bergerak untuk waspada terhadap varian penyakit yang lebih menular yang melanda Inggris.

Pasar ditutup pada pukul 13.00 waktu setempat (1800 GMT) pada Kamis, tiga jam lebih awal dari biasanya, dan akan ditutup pada Jumat (25/12/2020) untuk memperingati Natal.