Wall Street Tergelincir, Investor Menanti Rilis Inflasi dan Laporan Keuangan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan Selasa, 12 Oktober 2021. Wall street merosot untuk sesi ketiga berturut-turut menjelang rilis inflasi utama dan dimulainya pengumuman laporan keuangan kuartal III.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones turun 117,72 poin atau 0,3 persen menjadi 34.478,34. Indeks S&P 500 tergelincir 0,2 persen menjadi 4.350,65. Indeks Nasdaq merosot 0,1 persen menjadi 14.465,92.

Indeks acuan rata-rata diperdagangkan mendatar untuk sebagian besar sesi perdagangan sebelum aksi jual meningkat hingga penutupan.

"Pasar sebagian besar dalam mode menunggu dan melihat rilis laporan minggu ini,” tulis Bank of America dilansir dari CNBC, Rabu (13/10/2021).

Sementara itu, Analis Stifel menyebutkan, berita cukup sepi pada perdagangan Selasa, 12 Oktober 2021 seiring pasar menunggu beberapa katalis seperti inflasi September dan penjualan, pertemuan FOMC, dan awal musim laporan keuangan kuartal III.

Indeks harga konsumen untuk September 2021 dijadwalkan akan diumumkan pada Rabu pagi. Ekonom memperkirakan indeks harga untuk berbagai barang konsumen melonjak 0,3 persen pada September dari bulan sebelumnya dan 5,3 persen year over year (yoy), berdasarkan Dow Jones.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Menanti Risalah The Fed

Ekspresi spesialis Michael Pistillo (kanan) saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2020) sore waktu setempat setelah WHO menyebut virus corona COVID-19 sebagai pandemi. (AP Photo/Richard Drew)
Ekspresi spesialis Michael Pistillo (kanan) saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2020) sore waktu setempat setelah WHO menyebut virus corona COVID-19 sebagai pandemi. (AP Photo/Richard Drew)

The Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu juga akan rilis risalah pertemuan September. Investor akan mencerna risalah untuk setiap petunjuk potensial mengenai rencana bank sentral untuk menarik kembali pelonggaran kebijakan moneter.

JPMorgan Chase dan Delta Air Lines dijadwalkan untuk mulai musim pendapatan kuartal III 2021 pada Rabu pekan ini sebelum bel.

Perusahaan besar lainnya yang melaporkan hasil kinerja keuangan kuartalan akhir pekan ini termasuk Bank of America, Walgreens Boots Alliance, Wells Fargo, Morgan Stanley, Citigroup, dan Goldman Sachs.

“Ada banyak tantangan di luar sana saat kami mulai pendapatan perusahaan dan para trader akan mencari setiap dan semua indikasi panduan, terutama karena ancaman pertumbuhan yang lebih lambat tampak besar,” tutur Direktur Pelaksana E-Trade Financial, Chris Larkin.

Berdasarkan data Refinitiv, pertumbuhan laba akan tumbuh sekitar 30 persen yoy pada kuartal ini menyusul ekspansi pada kuartal II.

“Ekspektasi untuk pendapatan kuartal III telah turun dalam beberapa pekan terakhir dan itu akan menciptakan ruang untuk kejutan yang positif bagus untuk sentimen pasar secara keseluruhan,” kata Direktur Pelaksana UBS Private Wealth Management, Rod von Lipsey.

Investor Khawatir Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Spesialis Michael Mara (kiri) dan Stephen Naughton berunding saat bekerja di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2020) sore waktu setempat setelah WHO menyebut virus corona COVID-19 sebagai pandemi. (AP Photo/Richard Drew)
Spesialis Michael Mara (kiri) dan Stephen Naughton berunding saat bekerja di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2020) sore waktu setempat setelah WHO menyebut virus corona COVID-19 sebagai pandemi. (AP Photo/Richard Drew)

Penurunan beruntun tiga indeks utama terjadi karena kekhawatiran inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

The International Monetary Fund (IMF) memangkas perkiraan pertumbuhan globalnya, seiring tantangan rantai pasokan dan penyebaran COVID-19 yang terus menerus.

"Kami melihat gangguan pasokan besar di seluruh dunia yang juga memberi tekanan inflasi cukup tinggi dan pengambilan risiko keuangan juga meningkat, yang menimbulkan risiko tambahan terhadap prospek,” ujar Ekonom IMF Gita Gopinath.

IMF menyampaikan bank sentral seperti the Federal Reserve harus siap untuk memperketat kebijakan moneter jika inflasi berjalan terlalu ‘panas’.

Sementara itu, pembukaan pekerjaan pada Agustus turun 659.000 menjadi 10,4 juta, berdasarkan survei Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Selasa pekan ini.

Adapun pasar saham cenderung bergejolak pada September dengan indeks S&P 500 susut hampir 4,8 persen, bulan terburuk sejak Maret 2020, dan memecahkan rekor kemenangan tujuh bulan. Indeks saham acuan sedikit pulih pada Oktober, naik lebih dari satu persen untuk bulan tersebut.

Akan tetapi, penguatan telah terhenti sedikit dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah ahli melihat tingkat imbal hasil diredam untuk sisa 2021 karena rata-rata target S&P 500 berada di 4.433.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel