Wamen ATR Surya Tjandra Resmikan Perumahan untuk ASN BPN di Bireuen

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Surya Tjandra, meresmikan serta menyerahkan sertifikat perumahan untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Pertanahan Kabupaten Bireun, di Provinsi Aceh.

Surya menjelaskan, ini merupakan inisiatif yang istimewa dengan membangun perumahan untuk para pegawai ASN baik PNS maupun PPNPN BPN di daerah Bireuen.

"Sebanyak 50 rumah dibangun melalui kerja sama dengan pengembang. Ini sangat menarik karena ini dapat mengisi kebutuhan pegawai khususnya banyak yang dari daerah lain," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (11/2/2021).

Surya berharap, dengan adanya pembangunan perumahan ini dapat menjadi pengembangan lingkungan di daerah yang sering kali tertinggal. Juga ini diharapkan dapat membangun ekonomi lokal dapat bergerak karena membangun rumah seperti ini membutuhkan banyak pekerja. Khususnya saat pandemi kita bisa membuat sumber ekonomi baru.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bireuen, Zainun Zuhri mengatakan jika ide membuat perumahan untuk para ASN di lingkungan Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bireuen karena banyaknya pegawai yang berasal dari luar Aceh.

"Bukan hanya 50 rumah saja ke depannya akan disesuaikan sesuai dengan jumlah para pegawai ASN di lingkungan Kantah Kabupaten Bireuen," ungkapnya.

Jadi Penyemangat

Sertifikat Tanah Elektronik. Dok Kementerian ATR
Sertifikat Tanah Elektronik. Dok Kementerian ATR

Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Aceh, Agustyarsyah, menjelaskan bahwa penyerahan sertipikat dan peresmian perumahan ini diharapkan dapat memicu kepala kantor lainnya yang ada di Provinsi Aceh dapat termotivasi dan menjadi penyemangat untuk bisa mencontoh apa yang telah dilakukan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Bireun.

Salah seorang pegawai dari Kantor Pertanahan Kabupaten Bireuen, Eni Widayanti, mengucapkan terima kasih banyak karena dengan adanya program ini bisa memiliki rumah yang tidak jauh dari kantor.

"Karena sebagai perantau yang tidak memiliki rumah di sini maka saya memutuskan untuk membeli dan sangat terbantu dengan adanya program ini," ujarnya.