Wamen BUMN: Tol Trans Sumatera picu efek ekonomi nasional luar biasa

·Bacaan 2 menit

Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan proyek Jalan Tol Trans Sumatera dapat memicu efek berganda luar biasa terhadap perekonomian nasional.

"Kami meyakini proyek Jalan Tol Trans Sumatera akan memberikan efek berganda atau multiplier effect sebesar 1,7 kali terhadap perekonomian nasional, kinerja Tol Trans Sumatera dapat meningkatkan pendapatan domestik regional bruto sebesar 2,2 persen serta berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja daerah sebanyak 471 ribu tenaga kerja," ujar Wamen BUMN yang akrab disapa Tiko tersebut dalam seminar daring di Jakarta, Kamis.

Tiko juga menambahkan, selain itu dengan adanya jalan tol tersebut maka dapat mengoptimalkan pariwisata dan menumbuhkan kawasan-kawasan industri baru maupun kawasan permukiman baru yang dapat memanfaatkan potensi ekonomi masyarakat lokal.

"Saya mengharapkan dukungan dari berbagai pihak untuk percepatan penyelesaian penugasan ini, dan kami optimistis Hutama Karya dapat berperan serta menjalankan fungsi sebagai agen pembangunan pemerintah dan juga menjaga kondisi keuangan agar berkelanjutan," katanya.

Sebelumnya PT Hutama Karya (Persero) memastikan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera semakin progresif setelah menerima penyertaan modal negara (PMN) Tahap I Tahun Anggaran 2021 senilai Rp6,2 triliun.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo menyampaikan bahwa PMN yang telah diterima perusahaan akan digunakan untuk pembangunan tiga ruas Tol Trans Sumatera.

Sesuai yang terdapat di dalam APBN tahun 2021, PMN sebesar Rp 6,2 triliun akan dialokasikan untuk percepatan pembangunan tol ruas Sigli – Banda Aceh sebesar Rp3,09 triliun, ruas Lubuk Linggau – Curup – Bengkulu sebesar Rp 2,70 triliun dan ruas Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat sebesar Rp 414 miliar.

Dia juga menambahkan bahwa selain menerima PMN tahap 1, saat ini perusahaan juga tengah mengusulkan penambahan PMN 2021 Tahap II dan III sebesar Rp19 triliun yang akan digunakan untuk mengoptimalkan pembangunan di 8 ruas JTTS diantaranya ruas Medan – Binjai, ruas Pekanbaru – Dumai, ruas Binjai – Langsa seksi Binjai – Pangkalan Brandan, ruas Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat, ruas Sp. Indralaya – Muara Enim, ruas Kisaran – Indrapura, ruas Sigli – Banda Aceh dan ruas Pekanbaru – Pangkalan.

Baca juga: Wamen BUMN berharap Hutama Karya rampungkan Tahap 1 Tol Trans Sumatera

Baca juga: PMN cair, konstruksi Jalan Tol Trans Sumatera dipastikan progresif

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel