Wamen ESDM: "Kok Tega Orang Mampu Beli Elpiji 3 Kg"

Liputan6.com, Jakarta : Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap masyarakat menengah ke atas tetap menggunakan gas elpji berukuran 12 kilogram (Kg) meski direncanakan bakal mengalami kenaikan pada Maret mendatang.

"Elpiji 12 Kg kan non subsidi, penggunanya kelas menengah atas jadi tidak pantas disubsidi," kata Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo, di kantornya, Jakarta, Jumat (22/2/2013).

Namun Susilo mengaku institusinya tidak bisa mencegah masyarakat menengah ke atas yang pada akhirnya berakhir menggunakan gas elpiji subsidi ukuran 3 Kg. Menurutnya, hal itu dikembalikan pada kesadaran moral masyarakat.

"Ini masalah tega. Kok tega yang mampu beli 3 Kg, kami hanya memberi imbauan doang," ungkap Susilo.

Ditambahkannya, keputusan menaikkan harga gas elipji 12 kg tidak bisa hanya diputuskan kementerian ESDM. Sebab, kenaikan harga elpiji akan berpengaruh pada inflasi sehingga harus ada pertimbangan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Kordinator Perekonomian.

"Kami tidak bisa putuskan sendiri maka diminta ke Menko untuk diskusikan ditingkat Menko, ada usulan dari Menkeu untuk inflasi," tutup Susilo.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mengusulkan kenaikan harga elpiji 12 Kg untuk mengurangi kerugian. Pada tahun 2012 Pertamina rugi Rp 4,7 tiliun karena menjual gas elpiji 12 kg di bawah harga keekonomian. Jika harga gas elpiji tak mengalami kenaikan pada tahun ini, Pertamina meramalkan kerugian hingga Rp 5 triliun. (Pew/Shd)