Wamen LHK: Realisasi padat karya penanaman mangrove capai 65 persen

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 1 menit

Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong mengatakan realisasi Program Padat Karya Penanaman Mangrove (PKPM) dalam rangka Program Pemulihan Ekonomi nasional (PEN) di tengah pandemi COVID-19 secara keseluruhan mencapai 65 persen.

"Target nasional kita untuk PEN mangrove padat karya ini adalah 15 ribu hektare di 32 provinsi. Sekarang realisasi lebih dari 65 persen," kata Wamen LHK Alue Dohong usai melakukan penanaman mangrove di Desa Soropia, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Rabu.

Dia menyampaikan dari target 15 ribu hektare Program PKPM, total anggaran yang disiapkan yaitu sekitar Rp200 miliar dan saat ini anggaran tersebut telah tersalurkan mencapai 50 persen.

Baca juga: Luhut tegaskan program rehabilitasi mangrove terukur dan terintegrasi

"Kalau nasional (anggarannya) sekitar Rp200 miliar-an untuk 32 provinsi. Yang terealisasi anggaran hampir 50 persen. Target kita akhir November awal Desember (2020) sudah terealisasi semua," kata dia.

Ia mengatakan Indonesia memiliki luas mangrove lebih kurang 3,2 juta hektare dan merupakan terluas di dunia, namun 40 persen dari luas lahan tersebut mengalami kerusakan sehingga perlu dilakukan penanaman kembali.

"Penanaman mangrove memiliki manfaat memitigasi bencana seperti tsunami. Fungsi lainnya sebagai tempat pemijahan ikan, tempat biota laut, dan sebagainya yang bisa mendorong produksi perikanan dan tentu menjadi sumber pencaharian masyarakat," kata dia.

Baca juga: Wamen LHK ikuti Program Padat Karya Penanaman Mangrove di Buleleng

Selain itu, lanjut dia, penanaman mangrove penting dilakukan karena dapat menyerap karbondioksida dan penting untuk mengendalikan perubahan iklim.

Ia juga memyampaikan bahwa selain bermanfaat bagi lingkungan, warga yang ikut program penanaman mangrove juga akan mendapatkan manfaat ekonomi, karena tujuan lainnya dari Program PKPM adalah untuk membantu ekonomi masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

Baca juga: Wamen LHK ikut program padat karya penanaman mangrove di Sultra