Wamen : Pemeriksaan Saksi Kasus Cebongan Disesuaikan Situasi

Sleman (ANTARA) - Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana menegaskan teknis pemeriksaan saksi-saksi kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

"Teknisnya akan dilihat perkembangan situasi selama proses persidangan," kata Denny Indrayana di Lapas Kelas IIB Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu sore.

Menurut dia, Kementerian Hukum dan HAM akan berkomunikasi dengan pihak-pihak yang terkait dalam proses persidangan di Pengadilan Militer dengan terdakwa 11 oknum anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan, Kartasura, tersebut.

"Siapapun yang diminta memberikan keterangan sebagai saksi dalam kejadian tersebut harus siap. Bentuk teknis penyampaian keterangan tergantung situasi di lapangan," katanya.

Ia mengatakan, diharapkan pelaksanaan persidangan kasus tersebut yang kemungkinan akan berlangsung secara terbuka, pengamanannya akan lebih baik sehingga tidak timbul sesuatu hal yang tidak diinginkan.

"Dengan keamanan persidangan yang lebih baik maka proses persidangan dapat dikawal secara bersama-sama sehingga keadilan bisa ditegakkan dan putusan pengadilan sesuai dengan hukuman yang ada di Indonesia," katanya.

Sebelumnya Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai menyatakan para saksi kasus penyerangan Lapas Cebongan meminta memberikan keterangan dalam pengadilan melalui video confference karena masih ada kekhawatiran terhadap situasi saat persidangan.

Denny mengatakan, pascainsiden penyerangan Lapas Cebongan yang dilakukan 11 oknum anggota Kopassus, pihak lapas dan Kanwil Kemenkumham DIY bekerja sama dengan lembaga psikologi UGM, UII, dan LPSK mendampingi para saksi.

"Pengungkapan kasus tersebut, kami bekerja sama dengan seluruh kementerian dan lembaga terkait yang lain dalam menyelesaikan kasus tersebut. Semua harus diungkap secara terbuka dan yang terjadi di Lapas Sleman tentu harus diproses sesui hukum dan putusan pengadilan juga sesuai dengan rasa keadilan," katanya.(fr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.