Wamenaker sinergikan program padat karya dan UMKM di Surabaya

Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan siap menyinergikan program padat karya dan dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Surabaya dengan program yang dimiliki Kemenaker.

"Kami harap program dari Kemenaker (Kementerian Tenaga Kerja) bisa didukung penuh oleh Pak Wali Kota," kata Wamenaker Afriansyah Noor saat menggelar pertemuan dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahaydi di Surabaya, Rabu.

Wamenaker optimistis ketika program padat karya dan UMKM di Surabaya disinergikan dengan program Kemenaker, maka ke depannya akan berdampak baik untuk kesejahteraan masyarakat di Surabaya.

"Semoga di bawah kepemimpinan Pak Wali Kota Eri Cahyadi bisa membawa Kota Surabaya jauh lebih baik lagi," kata Afriansyah Noor .

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan berkolaborasi dengan Kemenaker untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Program yang dikolaborasikan di antaranya adalah, padat karya dan pelatihan mandiri.

"Alhamdulillah, ada banyak program terkait dengan padat karya yang bisa kami kolaborasikan bersama Kemenaker. Terutama, soal pelatihan mandiri," kata Cak Eri panggilan lekatnya.

Untuk itu, ia meminta Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya untuk menyiapkan data dan rencana anggaran untuk UMKM di tahun 2023.

"Setelah itu kami meminta bantuan pelatihan mandiri untuk padat karya. Dengan seperti itu, maka programnya Pak Wamenaker akan klop dengan programnya pemkot, kalau ini disinergikan akan menjadi luar biasa," kata dia.

Pelatihannya, lanjut dia, akan dilaksanakan pada tahun 2022. Setelah pelatihan, program yang telah disinergikan itu bisa segera dijalankan pada 2023 mendatang.

"Ini lah yang namanya pembangunan kerakyatan dan kebangsaan, harus in line (segaris) dengan program pemerintah pusat dan pemerintah kota/daerah," demikian Eri Cahyadi.

Baca juga: Pemkot Surabaya berdayakan warga eks Dolly lewat padat karya

Baca juga: Reni Astuti lanjutkan pemberdayaan UMKM eks lokalisasi Dolly

Baca juga: Wali Kota Surabaya canangkan 25 Maret sebagai Hari Padat Karya

Baca juga: Kemenaker: Padat karya infrastruktur untuk korban PHK COVID-19