Wamendag ajak pengusaha Cirebon manfaatkan perjanjian dagang RI-Eropa

·Bacaan 1 menit

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengajak pengusaha Cirebon, Jawa Barat untuk memanfaatkan perjanjian dagang Indonesia-European Free Trade Association Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA), di mana hampir 8.000 produk bebas tarif bea masuk ke negara-negara EFTA.

"Salah satu perjanjian dagang yang sudah jalan adanya IE-CEPA. Salah satu manfaatnya adalah soal pos tarif, di mana kurang lebih ada 8.000 produk barang-barang kita ekspor ke sana itu tarifnya nol. Itu merupakan kemudahan, efisiensi dari segi cost," kata Jerry saat memberi sambutan pada sosialisasi hasil-hasil perundingan IE-CEPA secara virtual yang dipantau dari Jakarta, Kamis.

Jerry menyampaikan Indonesia telah menandatangani 23 perjanjian dagang dengan berbagai negara, yang saat ini dalam tahap ratifikasi maupun implementasi.

Hal tersebut, lanjut Jerry, perlu dimanfaatkan pengusaha di Indonesia dengan baik, karena berpotensi mendongkrak kinerja ekspor Indonesia, yang pada akhirnya akan memengaruhi neraca perdagangan RI.

Pada kesempatan tersebut, Jerry menyampaikan apresiasi terhadap neraca perdagangan RI yang kembali surplus pada Agustus 2021 sebesar 4,74 miliar dolar AS.

Dengan demikian, neraca perdagangan RI secara kumulatif pada Januari-Agustus 2021 mengalami surplus 19,17 miliar dolar AS. Angka tersebut lebih besar dibandingkan surplus pada periode yang sama di 2020 yang sebesar 10,96 miliar dolar AS, dan bahkan 2019 yang mengalami defisit.

"Jadi ini konkret. Oleh karena itu, kondisi yang patut kita syukuri bersama dan mudah-mudahan kita dapat pertahankan dan kita tingkatkan," pungkas Jerry.

Baca juga: Kemenperin sambut 51,6 persen penduduk Swiss dukung IE-CEPA
Baca juga: IE-CEPA diratifikasi, RI perlu upayakan ekonomi berkelanjutan
Baca juga: SwissCham sambut peluang kolaborasi setelah hasil referendum IE-CEPA

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel