Wamendag genjot peningkatan perdagangan rempah-rempah Indonesia

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mendukung peningkatan perdagangan nasional dan internasional untuk rempah-rempah Indonesia melalui kerja sama antara pemerintah daerah, investor, dan NSLIC/NSELRED guna menghubungkan para petani dan UMKM produk rempah dengan pasar nasional dan internasional.

"Dengan ini kita bisa utilisasi produk-produk kita, makanan-makanan kita, rempah-rempah kita, minuman kita, apapun yang kita punya dan ini membuka potensi untuk kerja sama dengan banyak kalangan, dengan banyak negara," kata Jerry dalam acara penandatanganan nota kesepahaman untuk memfasilitasi akses pasar bagi petani rempah yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis.

Jerry menjelaskan kegiatan kerja sama tersebut memotivasi para petani dan UMKM dalam mengembangkan produk lantaran diberikan bantuan kemudahan akses pasar untuk menjual komoditas dan produk-produknya.

Dia menekankan Indonesia memiliki 46 perwakilan dagang di dunia mulai dari atase perdagangan hingga Indonesia Trade Policy Center (ITPC) yang tugasnya menghubungkan antara produsen produk lokal dengan pasar secara langsung ataupun investor.

Baca juga: "Membumbui" dunia dengan rempah nusantara

Nota kesepahaman dilakukan oleh pemerintah daerah yaitu Provinsi Sulawesi Utara dan Provinsi Sulawesi Selatan, investor dalam negeri, dan Proyek National Support for Local Investment Climates (NSLIC) / National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSELRED) sebagai fasilitator.

Tujuan kerja sama tersebut adalah untuk memperkenalkan petani ataupun UMKM dan hasil produksinya kepada pasar nasional dan pasar internasional. Selain itu kerja sama tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan keahlian dan pengetahuan dari petani dan pelaku UMKM terhadap permintaan pasar, strategi bisnis, dan manajerial.

Selain itu juga untuk membangun kerja sama antara investor dengan petani dan pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan, mencari solusi terhadap tantangan dari petani rempah dan UMKM, serta mempelajari dan mereplikasi praktik-praktik terbaik yang sudah dilakukan di beberapa negara.

Kerja sama tersebut juga diharapkan dapat membuka akses pasar nasional dan internasional yang lebih luas, menarik investor untuk membeli produk atau komoditas petani, serta meningkatkan keterampilan dan pengetahuan UMKM pada strategi bisnis. Selain itu juga diharapkan akan adanya transaksi langsung antara pembeli dan produsen atau UMKM.

Baca juga: Peluang rempah dan produk UKM Indonesia masih besar di Prancis

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel