Wamendag Jerry Sambuaga Sebut Kepastian dan Keamanan Kunci Pengelolaan Crypto

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wamendag Jerry Sambuaga menyatakan pentingnya sikap yang tepat dalam perdagangan crypto di Indonesia. Kepastian dan keamanan menjadi kunci, menurut Jerry dalam perdagangan crypto.

Hal ini ditekankan Jerry ketika menjadi tamu podcast Ngobrol Asix milik Anang Hermansyah. Jerry menilai, ini untuk memberikan kepastian usaha dan kepastian hukum bagi perlindungan investor dan konsumen crypto di Indonesia. Untuk itu bursa crypto adalah sebuah keharusan untuk segera diwujudkan.

"Kata kuncinya adalah kepastian dan keamanan. Itu semua tugas pemerintah. Artinya sektor usaha apapun harus difasilitasi oleh pemerintah agar setiap pelakunya mendapatkan keadilan dan perlindungan dalam bertransaksi,” ujar Jerry dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (9/1/2022).

Untuk merealisasikan hal tersebut pemerintah harus mewujudkan sistem pasar dan pengawasan yang baik terhadap pasar crypto tersebut.

Saat ini Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah mendata sekian pedagang crypto yang telah melakukan aktivitas usahanya. Yang saat ini tercatat sebagai calon pedagang resmi ada sekitar 11. Bappebti juga telah menerima beberapa pendaftar baru yang ingin tercatat sebagai pedagang crypto.

Bursa ke depan diharapkan bisa menciptakan sistem perdagangan yang bisa menanungi dan mengatur pedagang-pedagang crypto. Dengan demikian, perdagangan crypto bisa lebih terstruktur dan tersistematisasi sehingga mempermudah bagi upaya-upaya pencatatan, pengawasan dan dalam mengharmonisasi dengan sektor lain.

“Salah satunya adalah kaitannya dengan urusan pajak. Kalau sudah tercatat mudah penghitungan dan pemungutan pajaknya. Ini juga akan memberikan pendapatan yang cukup besar bagi negara sehingga akan menunjang pembangunan di sektor lain,” tutur Jerry Sambuaga.

Selain sektor pajak, keuntungan negara dengan dibukanya bursa crypto adalah dalam hal menjamin keamanan negara, baik yang berkaitan dengan pencucian uang, pendanaan terorisme ataupun yang berhubungan dengan keamanan moneter dan fiskal Indonesia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Perlindungan Konsumen Bagian Utama Kemendag

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Sedangkan dalam hal perlindungan konsumen yang juga menjadi bagian dari tugas utama Kementerian Perdagangan, Jerry berharap kasus-kasus pelanggaran yang merugikan konsumen seperti yang sudah terjadi di luar negeri bisa dicegah dengan adanya bursa.

"Beberapa waktu lalu ada yang melarikan dana nasabah hingga triliunan di luar negeri. Ada lagi token-token yang belum terverifikasi dan sebagainya. Ini jelas akan merugikan konsumen dan masyarakat yang bertransaksi crypto. Kami berharap hal itu bisa dicegah dan diminimalkan terjadi di Indonesia," kata dia.

Jerry menuturkan, pembukaan bursa akan menjadi terobosan yang menguntungkan semua pihak. Dengan konsep ini Indonesia juga akan menjadi negara pertama di dunia yang memberikan fasilitasi bagi pengembangan crypto melalui bursa.

Ia mengatakan, hal ini menunjukkan Indonesia membuka diri dengan fenomena industri finansial dan komoditi baru tetapi tetap berhati-hati dalam pengelolaannya.

Ini berbeda dengan sikap negara-negara lain yang terbelah dalam dua kubu: kubu pertama yang menolak crypto bahkan memberikan cap illegal. Sedangkan yang kedua justru kurang melakukan usaha bagi pengaturan dan perlindungan.

"Indonesia ada di tengah-tengah. Kami sadar bahwa crypto adalah masa depan dan terobosan yang tidak bisa kita hindari. Kemajuan teknologi telah menciptakan banyak hal-hal baru dan kita tidak seharusnya menolaknya, tetapi mengakomodasinya dengan tetap mempertimbangkan keamanan bagi negara dan masyarakat,” tutur Jerry.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel