Wamendag lansir peran pemerintah ciptakan rantai nilai global hijau

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga melansir berbagai peran pemerintah dalam menciptakan rantai nilai global yang lebih hijau, di mana hal penting yang pertama perlu dilakukan adalah mengintegrasikan berbagai elemen untuk berkolaborasi.

"Dalam hal ini, pemerintah membangun dan mempertahankan ekosistem dengan menciptakan proses dan platform yang memungkinkan banyak peserta untuk berkolaborasi secara efektif," kata Jerry Sambuaga dalam World Trade Organization (WTO) Public Forum bertajuk "Greening Global Value Chain" yang disiarkan secara virtual dan dipantau di Jakarta, Jumat malam.

Peran pemerintah selanjutnya, kata Jerry, adalah sebagai pemecah masalah, yang mengembangkan solusi aktual untuk menghadapi tantangan tertentu.

"Kemudian menjadi enabler, yang mempermudah proses inovasi dengan menyediakan sumber daya penting seperti pelatihan keterampilan, data, dan pendanaan kepada anggota ekosistem lainnya," ujar Jerry.

Peran selanjutnya yakni pemerintah bergerak sebagai motivator, dengan menciptakan insentif untuk memacu inovasi, termasuk kredit pajak, pengakuan publik, hibah, dan infrastruktur yang mendukung.
Baca juga: Menteri PUPR tekankan pentingnya rantai pasok konstruksi hijau

Terakhir, masih menurut dia, adalah peran pemerintah sebagai penyelenggara, yakni mengumpulkan beragam mitra untuk berkolaborasi melalui konferensi, gugus tugas, dan perangkat lainnya.

Jerry memaparkan, tujuan pembangunan berkelanjutan secara intrinsik terkait dengan pekerjaan yang sedang berlangsung di WTO, yakni mempromosikan kerja sama internasional yang lebih mendalam dan memperkuat efisiensi sistem multilateral, yang keduanya sejalan dengan realisasi SDGs.

"Adapun rantai nilai global memungkinkan fragmentasi produksi menjadi lebih kompetitif," ujar Jerry.
Baca juga: Teten: UMKM harus berkonsep rantai pasok agar bisa berkembang pesat

Jerry mengatakan bahwa negara-negara anggota G20 menekankan, rantai nilai global memainkan peran penting dalam mendorong partisipasi negara-negara berkembang, khususnya untuk bisnis, usaha mikro kecil dan menengah, perempuan, dan pengusaha muda dalam perdagangan global.

Untuk itu, lanjut Jerry, dibutuhkan kerja sama dan peran untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan, termasuk dalam hal menghijaukan rantai nilai global.

"Dengan kerja sama, kita dapat menyadari tentang organisasi dan pemangku kepentingan yang relevan untuk mencapai rantai nilai global yang lebih hijau," ujar Jerry.

Baca juga: Jokowi optimistis RI jadi penghasil produk hijau kompetitif global