Wamendag optimis percepat penyelesaian Indonesia - Uni Eropa CEPA

Faisal Yunianto

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga optimistis kerja sama Indonesia-Uni Eropa Comprehensive Partnership Agreement (IEU-CEPA) dapat dipercepat penyelesaiannya sebagaimana mandat dari Presiden Joko Widodo, di mana Kemendag perlu mengawal dan memastikan bahwa perundingan dagang ini harus segera selesai.

“Oleh karena itu, saya hadir di Brussels memonitor langsung proses perundingan serta bertemu dengan tim perunding kedua pihak. Saya optimis perundingan ini segera selesai,” ujar Jerry lewat keterangannya diterima di Jakarta, Rabu.

Indonesia dan Uni Eropa (EU) melanjutkan perundingan Perjanjian Kemitraan Komprehensif Indonesia - Uni Europa (IEU CEPA) Putaran Ke-9 pada 2--6 Desember 2019 di Brussel, Belgia. Acara tersebut dibuka Wakil Menteri Perdagangan Jerry dan Ketua Runding EU Helena Konig.

Menurut Jerry, kedua negara harus tetap fokus membentuk perjanjian yang seimbang dan saling menguntungkan di tengah situasi dunia yang tidak pasti.

Baca juga: Uni Eropa ajukan sengketa terkait pembatasan ekspor nikel Indonesia

Hal itu dikarenakan saat ini terjadi friksi dagang di antara ekonomi utama dunia, adanya sentimen antiasing, desakan gerakan populis, serta keraguan terhadap sistem perdagangan multilateral di bawah naungan World Trade Organization (WTO).

“EU merupakan mitra penting Indonesia, baik sebagai tujuan ekspor maupun sumber investasi. Melalui CEPA dengan EU ini diharapkan hubungan perdagangan, investasi, serta kerja sama antara Indonesia dan EU dapat ditingkatkan. Ini adalah kesempatan kita untuk mendapatkan akses pasar dan investasi yang luas di masa depan," ungkap Jerry.

Jerry menambahkan terkait sengketa perdagangan yang diangkat oleh Indonesia dan EU di WTO, hal tersebut merupakan hak setiap negara untuk menggunakan mekanisme yang ada.

Sebelum membuka perundingan, Wamendag melakukan pertemuan khusus dengan Helena Konig. Pertemuan ini dihadiri juga oleh Ketua Runding Indonesia dan Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Iman Pambagyo.

Baca juga: Kampanye sawit berkelanjutan Indonesia dilaksanakan di Belanda

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Runding EU menanggapi pernyataan Wamendag tentang minyak kelapa sawit. Helena menyatakan EU memahami pentingnya minyak kelapa sawit bagi Indonesia.

Selain itu, Helena juga menyampaikan Parlemen Eropa maupun Kabinet EU yang baru semakin fokus pada agenda “hijau” baik secara internal maupun eksternal.

Menurut Jerry, ini merupakan kesempatan baik bagi Indonesia untuk merundingkan bab perdagangan dan pembangunan berkelanjutan yang lebih kuat.

Baca juga: Tolak diskriminasi sawit, Indonesia minta itikad baik EU

Pada perundingan tersebut, Direktur Perundingan Bilateral Kemendag, Made Ayu Marthini menjadi pemimpin kelompok kerja perdagangan barang.

Menurutnya, sejak awal minyak kelapa sawit menjadi bagian integral perundingan. Untuk liberalisasi tarif bea masuk, pembahasannya dilakukan oleh Kelompok Kerja Perdagangan Barang.

“Kelompok tersebut merundingkan semua penurunan dan penghapusan pos tarif. Sedangkan aspek ‘sustainability’ dibahas oleh kelompok kerja perdagangan dan pembangunan berkelanjutan,” tandas Made.

Baca juga: Indonesia angkat isu sawit dalam pertemuan ASEAN-UE
Baca juga: Dubes Uni Eropa jelaskan perubahan iklim jadi prioritas Erasmus+ 2020