Wamendes PDTT nilai kepala desa perempuan mampu bawa kemandirian desa

Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi menilai kepala desa perempuan mampu membawa kemajuan dan kemandirian desa lebih cepat.

"Semakin banyak perempuan jadi kepala desa, saya yakin makin banyak yang maju karena desa itu harus ramah anak, ramah perempuan," ujar Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan keterlibatan perempuan desa menjadi tujuan SDGs Desa nomor lima dengan berbagai peran yang bisa dilakukan, salah satunya adalah sebagai kepala desa.

"Desa harus memberikan fasilitas buat anak tumbuh, sekolah PAUD, dan lingkungan yang memadai untuk anak-anak tumbuh. Itu sangat penting, jadi ibu wakil bupati harus memberikan semangat kepada perempuan untuk menjadi kepala desa," tuturnya saat memberikan sambutan peringatan ulang tahun ke-63 Kabupaten Maros.

Baca juga: Kemendes PDTT dorong pengembangan desa maritim di Wakatobi

Ia menyampaikan, kepala desa di Indonesia masih didominasi oleh laki-laki, dimana hanya sekitar 6.000 perempuan menjabat sebagai kepala desa dari total 74.961 desa.

Ia mengharapkan angka perempuan yang menjadi kepala desa harus terus ditambah sebagai salah satu upaya kemajuan negara menuju Indonesia emas 2045.

"Sekarang ini kita sensitif soal gender equality, kesetaraan gender. Saya yakin kalau kepala desa perempuan lebih amanah," ucapnya.

Ia menambahkan, peran para perempuan juga diyakini mampu mewujudkan lima program prioritas nasional, yakni penurunan kemiskinan ekstrem, penurunan angka stunting (kekerdilan), ketahanan pangan, digitalisasi ekonomi, dan ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wamendes PDTT juga mengatakan, selain keterlibatan perempuan dalam membangun desa, Indonesia sebagai negara beriklim tropis harus bisa dimanfaatkan potensinya dalam bidang perikanan, pertanian, dan pariwisata.

Ia menekankan, mulai dari kepala desa, bupati, gubernur, hingga pemerintah pusat harus menjadikan potensi itu sebagai peluang untuk menghapus ketertinggalan Indonesia menjadi negara maju.

Semua pihak, lanjut dia, wajib berkolaborasi sehingga ramalan Indonesia menempati posisi ke empat dalam skala dunia di usianya yang ke-100 tahun tidak hanya menjadi sebuah angan dan wacana.

"Kita diramalkan menjadi negara keempat ekonomi di dunia. Jadi bukan negara kecil, kita ini negara keren. Kemajuan Indonesia ini hanya bisa diwujudkan jika seluruh desanya mandiri. Karena tidak mungkin Indonesia maju jika desanya masih tertinggal," katanya.


Baca juga: Wamendes PDTT dorong partisipasi mahasiswa KKN kembangkan BUMDes

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel