Wamenkes: Belum Ditemukan Efek Samping Berat Vaksinasi Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan setidaknya sudah 1 juta orang lebih di Indonesia yang menjalani vaksinasi Covid-19. Hingga kini, kata dia belum ada laporan yang merasakan efek samping akibat vaksinasi.

"Sejauh ini kami sudah melakukan vaksinasi sebanyak lebih dari 1 juta (orang) vaksinasi dan belum ada efek (samping) yang berat dari vaksinasi tersebut," jelas Dante usia mendampingi Wapres Ma'ruf Amin menjalani vaksinasi, Rabu (17/2/2021).

Menurut dia, Kementerian Kesehatan agar melakukan percepatan vaksinasi kepada 70 persen penduduk Indonesia agar tercapai herd immunity (kekebalan komunal). Pasalnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta agar vaksinasi Covid-19 rampung pada 2021.

"Kita akan melakukan percepatan vaksinasi sehingga 70 persen dari total penduduk kita yaitu, 181,6 juta anti akan tervaksinasi dalam kurun waktu 12 bulan seperti yang kita targetkan," kata dia.

Dante pun mengajak masyarakat yang masuk dalam kelompok lanjut usia untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19. Sebab, masyarakat lansia merupakan kelompok yang rentan terpapar virus corona.

"Mudah-mudahan dengan divaksinasinya Bapak Wakil Presiden ini akan memberikan contoh kepada para warga senior para lansia untuk juga melakukan vaksinasi," ujarnya.

Setujui Vaksin untuk Lansia

Seorang wanita menjalani vaksinasi COVID-19 di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang di blok A, B, F, dan G. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Seorang wanita menjalani vaksinasi COVID-19 di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang di blok A, B, F, dan G. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), mengeluarkan persetujuan penggunaan emergency use of authorization (EUA) vaksin CoronaVac untuk usia di atas 60 tahun.

Menurut Kepala BPOM, Penny Lukito, kebijakan tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan banyaknya korban meninggal terinfeksi virus corona pada kelompok usia tersebut.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, persentase lansia yang terpapar virus corona di Indonesia sebesar 10 persen, namun total yang meninggal karena Covid-19 mencapai angka 50 persen.

Hal tersebut menunjukkan risiko besar bagi para lansia dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: