Wamenkes: Berkat Sentra Vaksinasi, 380 Ribu Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Per Hari

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan, keberadaan sentra vaksinasi Covid-19 massal mempercepat pemerintah mencapai target cakupan vaksinasi. Dia menyebut sentra vaksinasi sudah didirikan di beberapa daerah, salah satunya di DKI Jakarta.

Menurut dia, sentra vaksinasi ini merupakan sebuah gerakan agar semua sektor dan elemen di masyarakat berperan dalam program vaksinasi Covid-19. Dengan begitu, target pemerintah untuk menyuntik vaksin kepada 181,5 juta penduduk Indonesia akan lebih cepat tercapai.

"Sentra-sentra vaksinasi seperti ini diperlukan karena dapat mempercepat vaksinasi. Percepatan itu perlu dibiasakan kalau kita melakukan vaksinasi," kata Dante dikutip dari siaran persnya, Minggu (21/3/2021).

Dia mengakui, apabila vaksinasi hanya dilakukan di fasilitas kesehatan yang dimiliki Kemenkes, target vaksinasi kepada 181,5 juta penduduk tidak akan tercapai. Dante menyebut dengan keberadaan sentra vaksinasi ini, setidaknya ada 380 ribu orang per hari yang disuntik vaksin virus Corona.

"Kecepatan kita sampai saat ini kira-kira yang sebelumnya 10 ribu sampai 100 ribu per hari sekarang sudah menjadi 300 ribu sampai 380 ribu per hari. Ini berkat adanya sentra-sentra vaksinasi seperti ini," jelasnya.

Dia menambahkan, pemerintah akan terus menambah jumlah vaksin Covid-19 secara bertahap. Hingga kini, pemerintah telah memiliki sekitar 30 juta dosis vaksin sampai akhir Maret.

"Nanti stok vaksin akan ditambah lagi sehingga stok vaksin akan berkecukupan," ucap Dante.

Ingatkan soal Protokol Kesehatan

Dante mengingatkan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan meski sudah divaksinasi. Mulai dari, memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak aman.

"Sebab antibodi baru terbentuk setelah 3 minggu usai vaksinasi kedua," ujar Dante.

Seperti diketahui, program vaksinasi di Indonesia sudah dimulai sejak 13 Januari 2021 di mana Jokowi menjadi orang pertama yang disuntik vaksin produksi Sinovac. Pada tahap awal, vaksinasi diprioritaskan kepada 1,5 juta tenaga kesehatan.

Selanjutnya, vaksinasi Covid-19 tahap dua diberikan kepada petugas layanan publik dan orang lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun. Petugas layanan publik yang dimaksud yakni damkar, BPBD, BUMN, BUMD, BPJS, kepala atau perangkat desa.

Selain petugas layanan publik dan lansia, pemerintah juga memprioritaskan vaksinasi Covid-19 pada pedagang pasar, pendidik (guru, dosen, tenaga pendidik), tokoh agama dan penyuluh pada tahap dua ini. Kemudian, wakil rakyat, pejabat pemerintah dan ASN, petugas keamanan, petugas pariwisata, hotel, restoran, atlet dan pekerja transportasi publik.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: