Wamenkes Sebut Penularan Varian Baru Covid-19 Tiga Kali Lebih Cepat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan, pemerintah sudah menemukan 54 kasus varian baru Covid-19 di Indonesia. Varian baru Covid-19 tersebut yakni B117 asal Inggris, B1617 dari India, dan B.1.351 asal Afrika Selatan.

Dari total 54 kasus varian baru Covid-19, 35 di antaranya kasus import. Sedangkan 19 kasus varian baru Covid-19 lainnya hasil transmisi lokal.

"Artinya, bahwa sudah ada penyebaran kontaminasi lokal di Indonesia untuk varian of concern yang terjadi secara mutasi," kata Dante dalam rapat bersama Komisi IX DPR, di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/5/2021).

Dante menyebut, 54 kasus varian baru Covid-19 ditemukan di sejumlah daerah di Indonesia, di antaranya Cilacap. Di Cilacap, kasus varian baru Covid-19 dibawa anak buah kapal (ABK) Filipina. Kapal tersebut sempat berlabuh di pelabuhan India sebelum masuk ke Cilacap.

"Kami melakukan pemeriksaan skrining genomik (terhadap ABK Filipina), ternyata ada 14 kasus mutasi. 14 kasus mutasi tersebut ternyata menularkan kepada 31 nakes," ujarnya.

Dia menuturkan, tingkat penularan varian baru Covid-19 sangat tinggi. Berdasarkan analisis terhadap temuan kasus di Cilacap, tingkat penularan atau CT Value varian baru Covid-19 asal India itu mencapai angka 3,35.

"Dari 14 kasus menjadi 49 kasus ini artinya laju penularannya kira-kira 3,35 kali lipat dibandingkan dengan target kita seharusnya laju penularan kurang dari 0,9 atau paling tinggi 1," kata dia.

Wamenkes: Puncak Peningkatan Covid-19 Usai Lebaran Terjadi Pertengahan Juni 2021

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono mengatakan pemerintah akan kembali menggenjot jumlah orang yang divaksin setiap hari.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono mengatakan pemerintah akan kembali menggenjot jumlah orang yang divaksin setiap hari.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono memprediksi kasus positif Covid-19 akan meningkat signifikan sebagai dampak libur Lebaran Idul Fitri 2021. Puncak peningkatan kasus Corona ini akan terjadi pada pertengahan Juni 2021.

"Berdasarkan analisis dari moving average yang terjadi, maka kemungkinan kasus akan meningkat dan mencapai puncaknya pada pertengahan Juni," ujar Dante dalam rapat bersama Komisi IX DPR, di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/5/2021).

Dante menyebut, kemungkinan peningkatan kasus Covid-19 dampak libur Lebaran Idul Fitri 2021 mencapai 50 persen. Namun, angka ini lebih rendah jika dibandingkan peningkatan kasus Covid-19 dampak libur Lebaran Idul Fitri 2020 yang menembus 93 persen.

"Kita asumsikan pada pertengahan Juni akan terjadi peningkatan sebanyak 50 persen kasus dibandingkan dengan sebelumnya pada liburan pasca Idul Fitri," kata dia.

Dia memastikan, pemerintah sudah mempersiapkan sejumlah hal untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Di antaranya, menyediakan obat hingga 50 persen dan oksigen.

"Karena oksigen ini sangat vital maka kami menambah kapasitas mutu dan penambahan jumlah oksigen yang cukup baik," ucap Dante.

Reporter: Titin Supriatin

Sumber: Merdeka.com

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel