Wamenkeu Minta Kredit UMKM Dijaminkan ke Pemerintah

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suhasil Nazara meminta para pelaku usaha memanfaatkan bantuan dari pemerintah untuk mendapatkan pembiayaan dengan harga murah. Pemerintah juga meminta masyarakat untuk mengajukan kredit dengan penjaminan yang diberikan pemerintah.

"Ibu Bapak silakan pergi ke bank minta kredit baru atau perpanjangan kredit. Katakan pada bank tolong kreditnya dijamin oleh saya, oleh pemerintah," kata Suahasil dalam Temu Stakeholders untuk Percepatan dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Suahasil menjelaskan Pemerintah telah menyediakan penjaminan bagi perbankan untuk diberikan kepada pelaku UMKM atau korporasi. Pemerintah juga telah menempatkan sejumlah dana kepada perbankan untuk disalurkan kepada pelaku usaha yang membutuhkan modal kerja.

Bila penempatan dana yang telah diberikan masih kurang, Suahasil meminta perbankan untuk mengajukan proposal penambahan penempatan dana pemerintah.

"Kalau perlu kita tambah dengan penempatan dana di perbankan, perbankan ajukan proposal," ujarnya.

Berbagai cara tersebut kata dia merupakan upaya dari pemerintah dalam memberikan bantalan ekonomi. Sehingga diharapkan akan memberikan kepercayaan baru untuk pengusaha yang meminjam dana ke bank dan bank percaya saat menyalurkan pembiayaan karena pinjamannya telah dijamin Pemerintah.

"Ini semua adalah bantalan yang disiapkan oleh pemerintah supaya kegiatan ekonomi ada confidence baru," kata Wamenkeu.

Insentif Lainnya

Menteri Keuangan (Menkeu) melantik Febrio Nathan Kacaribu sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), menggantikan Suahasil Nazara yang telah diangkat sebagai Wakil Menteri Keuangan. (Dok Kemenkeu)
Menteri Keuangan (Menkeu) melantik Febrio Nathan Kacaribu sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), menggantikan Suahasil Nazara yang telah diangkat sebagai Wakil Menteri Keuangan. (Dok Kemenkeu)

Selain itu pemerintah juga memberikan seperangkat insentif kepada pelaku dan dunia usaha. Mulai dari insentif untuk mendukung arus kas hingga menumbuhkan permintaan konsumsi.

"Ini kita lakukan dari APBN dan kita tidak akan berhenti sampai disini," katanya.

Dia menambahkan Pemerintah, Bank Indonesia, OJK dan LPS juga bersinergi untuk menghasilkan kebijakan akomodatif yang bisa mendorong perekonomian nasional. Ini sebagai upaya pemerintah dalam memperhatikan perkembangan kondisi ekonomi masyarakat.

"Kami dengan BI, OJK dengan LPS, kita melakukan sinergi otoritas fiskal moneter legislatif dan juga masyarakat," katanya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: