Wamenkeu minta OJK tingkatkan pengawasan terkait kasus Jiwasraya

Risbiani Fardaniah

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengimbau kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan pengawasan terhadap seluruh sektor keuangan, baik perbankan maupun non-perbankan setelah adanya kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

“OJK kan melakukan pengawasan atas seluruh sektor keuangan, bukan hanya perbankan namun juga lembaga non-perbankan, termasuk di dalamnya mengenai asuransi,” katanya di Gedung Mahkamah Agung RI, Jakarta, Senin.

Suahasil mengatakan tugas OJK tidak hanya melakukan pengawasan yang kuat, namun juga harus mampu memberikan sinyal jika ditemukan adanya laporan keuangan atas sebuah perusahaan yang tidak sehat.

“Kalau kita lihat memang diperlukan pengawasan yang kuat dan pengawasan yang menurut saya harusnya bisa memberikan sinyal,” ujarnya.

Suahasil menuturkan pemberian sinyal terkait kesehatan laporan keuangan sebuah perusahaan oleh lembaga pengawas internal atau OJK sangat penting terhadap proses audit yang akan dilakukan oleh pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Namanya laporan keuangan itu kan dilakukan proses audit, namun ternyata signaling kepada apakah suatu lembaga keuangan itu mengalami pemburukan atau enggak ini yang harus kita perdalam lagi,” katanya.

Menurutnya, pendalaman tentang pemberian sinyal terhadap laporan keuangan sebuah lembaga atau perusahaan harus diperdalam agar dapat terprediksi pergerakan dari sektor keuangan tersebut.

“Kita harus memiliki kemampuan yang lebih baik untuk memahami gerak dari sektor keuangan tersebut supaya jangan hanya sekedar audit tapi tidak memberikan signaling apakah itu membaik atau memburuk,” tegasnya.

Oleh karena itu, Suahasil menyebutkan pemerintah akan bekerja sama dengan OJK dalam meningkatkan pengawasan agar sinyal terhadap sektor keuangan tersebut bisa terbaca dan tidak menimbulkan kasus lainnya.

“Ini yang harus kita kerjakan bersama. OJK sebagai pengawas sektor keuangan dan pemerintah juga melihat sektor keuangan itu secara keseluruhan sehingga harus memiliki mekanisme untuk memahami hal itu,” katanya.

Lebih lanjut, Suahasil mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan OJK untuk mendalami kasus Jiwasraya agar dapat menemukan langkah penyehatan yang tepat.

“Jadi kita lihat nanti koordinasinya seperti apa proses penyehatan tentu harus benar-benar kita lihat secara mendalam,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memilih untuk tidak mengomentari kasus Jiwasraya tersebut sebab seluruh pernyataan akan dikeluarkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

“Nanti saja kalau soal itu. Sudah ada statement dari Pak Erick,” katanya saat ditemui ditempat yang sama.

Baca juga: Wacana pembentukan Pansus Jiwasraya bergulir, ini kata nasabah