Wamenkeu optimis pendapatan per kapita RI naik 5X lipat sampai 2045

·Bacaan 1 menit

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara optimis pendapatan per kapita Indonesia akan meningkat hingga lima kali lipat dalam 25 tahun ke depan.

Pada 2020 pendapatan per kapita Indonesia turun menjadi sekitar 3.900 dolar AS per tahun setelah sempat melampaui 4.000 dolar AS karena pandemi COVID-19. Namun, menurutnya ,nilai ini akan kembali meningkat.

“Dari level sekarang 3.900-an dolar AS per tahun, semoga meningkat lagi menyentuh 4.000 dolar AS. Lalu 25 tahun ke depan dari 2020, semoga bisa meningkat hingga lima kali lipat, kalau kita bekerja keras,” kata Wamenkeu Suahasil dalam temu wicara daring InFest Inkubasi 2021 yang dipantau di Jakarta, Senin.

Menurutnya, sepanjang tahun 2000 sampai tahun 2020 pendapatan per kapita Indonesia meningkat luar biasa dari sekitar 700 dolar AS hingga melampaui 4.000 dolar AS pada 2020 lalu. Karena itu ia optimis peningkatan yang sama akan terjadi dalam 20 tahun ke depan.

Baca juga: Kepala Bappenas harapkan RI kembali ke kelas menengah atas pada 2022

“Tantangan tidak akan berkurang, tapi potensi negara kita yang sudah tampak dalam 20 tahun terakhir ini mesti disiapkan, termasuk sektor keuangannya,” kata Wamenkeu Suahasil.

Ia mengatakan masyarakat usia muda harus turut bersama pemerintah dalam meningkatkan literasi keuangan. Peningkatan literasi keuangan pun dapat dilakukan bersamaan dengan penanganan penyebaran COVID-19.

Apalagi Indonesia telah terbukti mampu mampu menurunkan penularan COVID-19, meskipun mesti tetap berhati-hati karena virus COVID-19 belum hilang sama sekali.

“Maka kita perlu berhati-hati. Protokol kesehatan, vaksinasi, dan sektor kesehatan perlu tetap kita siapkan dan perkuat agar kita bisa hidup dengan virus yang nanti menjadi endemi ini,” ucap Wamenkeu.

Baca juga: Kemenkeu: RI bakal jadi negara berpendapatan menengah atas lagi 2021

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel